BPS: Penurunan Harga Pangan Dorong Sumenep Alami Deflasi Juli 2026
- 07 Agt 2026 16:19 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Penurunan harga sejumlah komoditas pangan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Kabupaten Sumenep mengalami deflasi bulanan pada Juli 2026.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK), Sumenep mencatat deflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,57 persen pada Juli 2026.
Menurutnya, angka tersebut menjadi deflasi bulanan terdalam di Jawa Timur pada periode yang sama. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada beberapa kelompok pengeluaran masyarakat.
"Deflasi Juli terutama dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,41 persen," ujar Handoyo Wijoyo. Kamis 6 Agustu 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga sehingga memberikan pengaruh terhadap pergerakan inflasi daerah. Komoditas yang memberikan andil terbesar antara lain bawang merah sebesar 0,15 persen, cabai merah dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,10 persen.
Selain itu, komoditas daging ayam ras dan tomat juga turut memberikan kontribusi terhadap deflasi dengan andil masing-masing sebesar 0,05 persen.
Handoyo menambahkan, selain kelompok pangan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami penurunan indeks, terutama dipengaruhi oleh harga emas perhiasan dengan andil deflasi sebesar 0,31 persen.
“Perkembangan IHK menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....