Kemenag Sumenep Bersama Lembaga Zakat Bangun Rumah Layak Huni di Ambunten

  • 04 Agt 2026 09:34 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep bersama sejumlah lembaga pengelola zakat memulai pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu melalui program Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di Desa Beluk Raja, Kecamatan Ambunten.

Peletakan batu pertama dilakukan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, didampingi jajaran pimpinan. Kegiatan itu juga dihadiri Camat Ambunten, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ambunten, Kepala Desa Beluk Raja, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), LAZISNU, BMH, LMI, dan LAZIS Al Amin Prenduan.

Program bedah RTLH tersebut terlaksana melalui kolaborasi pendanaan antara Kementerian Agama Kabupaten Sumenep dengan berbagai lembaga zakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih aman, sehat, dan layak ditempati.

Kepala Kemenag Sumenep, Abdul Wasid mengatakan rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga menjadi tempat membina keluarga dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada setiap anggota keluarga.

"Rumah yang layak akan memberikan ketenangan bagi penghuninya untuk beribadah, mendidik anak-anak dengan nilai-nilai agama, serta membangun keluarga sakinah. Karena itu, program ini merupakan ikhtiar bersama menghadirkan kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat," ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurut Abdul Wasid, keterlibatan berbagai lembaga zakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan dalam menyelesaikan persoalan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai kolaborasi antarlembaga mampu memperluas manfaat program sosial sehingga lebih banyak warga yang dapat merasakan dampaknya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Ambunten, Pemerintah Desa Beluk Raja, KUA Kecamatan Ambunten, Baznas, LAZISNU, BMH, LMI, dan LAZIS Al Amin Prenduan yang telah berkontribusi melalui dukungan pendanaan, tenaga, maupun pemikiran dalam merealisasikan program tersebut,” katanya.

Abdul Wasid berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga filantropi menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kehadiran Kementerian Agama melalui pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi umat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....