Komunitas Kata Bintang, Bangun Budaya Literasi Sumenep
- 31 Jul 2026 06:13 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, SUMENEP – Komunitas Kata Bintang terus berkomitmen membangun budaya literasi di Kabupaten Sumenep dengan membuka ruang belajar bagi siapa pun yang memiliki minat membaca dan menulis. Dipimpin Widayanti, komunitas ini tidak hanya mewadahi para guru, tetapi juga pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, hingga masyarakat umum yang ingin mengembangkan kemampuan literasi. Saat ini, Komunitas Kata Bintang memiliki sekitar 60 anggota aktif yang berasal dari Sumenep maupun luar daerah.
Ketua Komunitas Kata Bintang, Widayanti, mengatakan komunitas tersebut lahir dari kegelisahan sejumlah pegiat literasi yang memiliki kemampuan menulis, tetapi belum memiliki wadah untuk berkembang bersama. Berangkat dari kondisi tersebut, mereka membangun sebuah komunitas yang mengedepankan semangat berbagi ilmu tanpa membedakan latar belakang anggotanya.
"Komunitas Kata Bintang merupakan komunitas bagi siapa saja yang berminat di bidang literasi, baik menulis maupun membaca. Siapa pun yang ingin belajar kami fasilitasi, termasuk mereka yang ingin menerbitkan karya," ujar Widayanti.
Menurutnya, komunitas tidak memberikan target yang mengikat kepada anggota. Sebaliknya, setiap anggota didorong untuk terus berkarya melalui pendampingan, diskusi, hingga penerbitan buku secara individu maupun antologi. Selama berdiri, ratusan karya telah berhasil dihimpun dan diterbitkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas para anggota.
Widayanti menjelaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca buku. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, berpikir kritis, dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
"Literasi itu sangat luas, bukan hanya membaca buku. Intinya, literasi melatih kepekaan seseorang untuk membaca hal-hal yang tidak tertulis sehingga mampu bersikap tepat dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui budaya membaca di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, masih menjadi tantangan. Pengaruh penggunaan gawai dan media sosial membuat minat baca perlu terus didorong melalui berbagai program literasi yang lebih dekat dengan dunia anak muda. Karena itu, Komunitas Kata Bintang aktif menggelar pendampingan di sekolah, bedah karya, penulisan buku bersama, hingga lomba membaca dan menulis yang memanfaatkan media digital sebagai sarana berkarya.
Di akhir perbincangan, Widayanti mengajak masyarakat untuk tidak ragu menunjukkan hasil karya yang dimiliki. Menurutnya, setiap karya memiliki nilai dan kesempatan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
"Jangan pernah malu menampilkan karya kita. Setiap karya yang lahir dari kita memiliki waktunya sendiri untuk memberi manfaat. Yang terpenting adalah terus berkarya dan jangan berhenti belajar," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....