Mutiara Pagi RRI: Pendidikan Agama Perkuat Moral Anak
- 21 Jul 2026 12:43 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Pendidikan agama yang ditanamkan sejak dini, disertai pengawasan dan pendampingan orang tua, menjadi fondasi utama dalam membangun ketahanan moral anak di tengah derasnya pengaruh perkembangan teknologi dan media sosial. Hal tersebut disampaikan ustaz Faishal Rimzani, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep saat Mutiara Pagi RRI , Senin, 20 Juli 2026.
Ustadz Faishal menjelaskan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak. Nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, serta akhlak mulia akan lebih mudah tertanam apabila orang tua memberikan teladan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
| Baca juga: Menjadi Bidadari Surga di Bumi |
Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya diserahkan kepada sekolah atau lembaga pendidikan. Orang tua memiliki peran besar dalam membiasakan anak melaksanakan ibadah, membaca Al-Qur'an, berdoa, serta mengajarkan adab dalam berinteraksi dengan sesama sejak usia dini.
"Anak belajar bukan hanya dari nasihat, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Keteladanan orang tua menjadi pendidikan yang paling efektif dalam membentuk karakter dan moral anak," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial perlu dilakukan secara bijaksana. Orang tua diharapkan tidak hanya membatasi waktu penggunaan gawai, tetapi juga mendampingi anak dalam memilih tontonan maupun informasi yang sesuai dengan usia dan nilai-nilai agama.
Selain itu, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak dinilai menjadi kunci dalam mencegah berbagai pengaruh negatif, seperti perundungan, penyalahgunaan media sosial, hingga pergaulan bebas. Anak yang merasa didengar dan diperhatikan cenderung lebih terbuka ketika menghadapi persoalan di lingkungan pergaulannya.
Dalam kesempatan tersebut, ustaz Faishal mengajak seluruh orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas bersama anak, baik melalui kegiatan ibadah berjamaah, berdiskusi, maupun aktivitas keluarga lainnya. Kebersamaan tersebut dinilai mampu memperkuat ikatan emosional sekaligus menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan secara alami.
Masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa membangun ketahanan moral anak merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara keluarga, sekolah, lingkungan, dan pendidikan agama menjadi bekal penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, tangguh menghadapi tantangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....