Petani Sumenep Berharap Harga Tembakau 2026 Lebih Menguntungkan

  • 17 Jul 2026 01:55 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjelang musim panen tembakau 2026, petani di Kabupaten Sumenep berharap harga jual komoditas tersebut dapat memberikan keuntungan yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Harapan tersebut muncul seiring belum ditetapkannya Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, sementara sebagian tanaman petani telah memasuki fase menjelang panen.

Salah seorang petani tembakau asal Desa Ellak Laok, Kecamatan Lenteng, Ahmad Qusyairi, mengatakan hasil penjualan tembakau selama ini belum sepenuhnya mampu meningkatkan pendapatan petani.

Menurutnya, biaya produksi yang terus meningkat sering kali membuat keuntungan petani sangat tipis, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerugian.

"Kalau dihitung secara keseluruhan, hasil panen sering kali hanya cukup menutup biaya produksi. Bahkan dalam kondisi tertentu petani masih mengalami kerugian meskipun sudah ada TIHT," katanya, Kamis, 16 Juli 2026

Ia berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi komunikasi dengan perusahaan atau gudang pembeli agar harga tembakau pada musim panen tahun ini lebih berpihak kepada petani.

"Kami berharap harga tembakau tahun ini lebih baik sehingga petani bisa menikmati hasil jerih payahnya. Kalau harga terus rendah, tentu akan memengaruhi minat petani untuk kembali menanam pada musim berikutnya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKUPP Sumenep Moh. Ramli menegaskan bahwa kualitas hasil panen tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi harga jual tembakau di pasaran.

Menurutnya, selain didukung kondisi cuaca yang baik, petani juga perlu memperhatikan waktu panen agar kualitas daun tembakau tetap terjaga.

"Tembakau yang dipanen sebelum waktunya akan menurunkan kualitas. Hal itu tentu berdampak terhadap harga jual dan dapat memengaruhi citra tembakau Madura di pasar," kata Ramli.

Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap penetapan TIHT yang sedang disusun dapat menjadi salah satu instrumen dalam menjaga keseimbangan harga, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dan pelaku usaha pada musim panen tahun ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....