Fatayat NU Sumenep Ajak Perempuan Tangkal Radikalisme lewat Literasi

  • 16 Jul 2026 03:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Sumenep menggelar kajian bertajuk "Ngaji Perempuan dan Radikalisme" di Graha Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Selasa 14 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman keagamaan, literasi, dan peran perempuan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Peserta berasal dari perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Sumenep, PC Fatayat NU Sumenep, badan otonom Nahdlatul Ulama, hingga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Dalam pembukaan acara, perwakilan panitia, Roudlatun atau yang akrab disapa Odax, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep dan AMAN Indonesia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Ny. Dina Kamilia, mengatakan kajian tersebut bertujuan memperluas wawasan kader mengenai relasi perempuan dengan isu radikalisme. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan melalui berbagai program, seperti MAPAN (Madrasah Perempuan), LKP3A, dan Malate Center.

"Adanya kegiatan Ngaji Perempuan dan Radikalisme ini diharapkan nantinya dapat melahirkan sosok pemimpin dari desa, sesuai tujuan gerakan AMAN Indonesia itu sendiri. Entah menjadi pemimpin untuk masyarakat luas atau untuk diri kita sendiri, karena sejatinya tidak ada orang pintar, yang ada hanyalah orang yang mau terus belajar," ujar Ny. Dina Kamilia.

Sementara itu, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, Kiai Halqi, menjelaskan pentingnya memahami ajaran Islam secara utuh dan moderat agar tidak mudah terpengaruh paham radikal.

Menurutnya, radikalisme menjadi persoalan ketika ajaran agama disalahgunakan dan dimanipulasi untuk membenarkan tindakan kekerasan maupun terorisme. Ia menilai fenomena tersebut sering kali muncul dari semangat beragama yang tinggi, tetapi tidak diimbangi dengan pemahaman ilmu yang memadai.

"Kita perlu mengedepankan prinsip tawasuth atau moderasi dalam beragama. Dengan pemahaman Islam yang moderat, masyarakat akan lebih mampu menangkal pengaruh gerakan ekstrem maupun terorisme," kata Kiai Halqi.

Ia juga menyoroti masih minimnya peran perempuan dalam sejarah penafsiran Islam. Karena itu, perempuan didorong untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan melahirkan karya-karya intelektual yang mampu memperkaya khazanah keislaman.

Direktur AMAN Indonesia (The Asian Muslim Action Network) saat ini dijabat oleh Dwi Rubiyanti Kholifah yang hadir sebagai narasumber juga turut mengajak perempuan untuk terus menebarkan kebaikan dan memperkuat budaya literasi. Menurutnya, semangat Iqra' atau membaca menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi maupun narasi yang menyesatkan.

Melalui kegiatan ini, PC Fatayat NU Sumenep menegaskan komitmennya dalam membangun pemahaman keagamaan yang moderat, memperkuat literasi perempuan, serta mendorong lahirnya kader-kader pemimpin yang mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....