Fatayat NU Sumenep Gelar "Ngaji Perempuan", Bahas Moderasi dan Pencegahan Radikalis

  • 15 Jul 2026 15:14 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pengurus Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Ngaji Perempuan dan Radikalisme di Graha Universitas PGRI (UPGRI) Sumenep, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas kader Fatayat NU, badan otonom NU, serta perwakilan mahasiswa.

Ketua PC Fatayat NU Sumenep, Dina Kamilia, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat wawasan kader terkait peran perempuan dalam kehidupan sosial sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap bahaya radikalisme. Menurutnya, forum itu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Fatayat NU dalam membangun kapasitas perempuan melalui berbagai program pemberdayaan.

"Melalui kegiatan ini kami berharap lahir perempuan-perempuan yang mampu menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat. Tidak ada orang yang langsung pintar, yang ada adalah orang yang terus belajar," kata Dina Kamilia.

Ia menjelaskan, selama ini Fatayat NU Sumenep telah menjalankan sejumlah program pemberdayaan perempuan, di antaranya Madrasah Perempuan (MAPAN), LKP3A, dan Malate Center. Program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya perempuan di berbagai bidang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Sumenep, Kiai Halqi, menekankan pentingnya sikap moderat dalam kehidupan beragama sebagai benteng menghadapi paham radikalisme dan terorisme. Menurutnya, semangat beragama harus dibarengi dengan pemahaman yang utuh agar tidak mudah terjebak pada penafsiran yang keliru.

"Radikalisme menjadi masalah ketika ajaran agama dipahami secara sempit dan digunakan untuk membenarkan tindakan yang merusak. Karena itu, prinsip tawasuth atau moderasi harus terus diperkuat," ujarnya.

Kiai Halqi juga menyoroti masih terbatasnya peran perempuan dalam khazanah penafsiran keagamaan. Ia mendorong lahirnya lebih banyak pemikir dan penafsir perempuan yang mampu menghadirkan perspektif baru sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Direktur AMAN (Asian Muslim Action Network) Indonesia adalah Ruby Kholifah (Dwi Rubiyanti Kholifah) saat di Ngaji Perempuan Fatayat NU Sumenep, Selasa, 14 Juli 2026. (Foto: Dok. Fatayat NU Sumenep)

Sementara itu, Direktur AMAN (Asian Muslim Action Network) Indonesia adalah Ruby Kholifah (Dwi Rubiyanti Kholifah), mengajak perempuan untuk memperkuat budaya literasi sebagai langkah mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan. Menurutnya, semangat membaca dan belajar menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terpengaruh narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Melalui kegiatan tersebut, Fatayat NU Sumenep menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan, mendorong budaya literasi, serta menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....