Teknologi PM-AAS Berpotensi Gandakan Produktivitas Padi
- 10 Jul 2026 15:26 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Teknologi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) dinilai mampu menjadi terobosan dalam meningkatkan produktivitas padi di Indonesia. Selain berpotensi menggandakan hasil panen, teknologi tersebut juga diharapkan mempercepat modernisasi sektor pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Katimker Penyuluh Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian untuk wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, PM-AAS merupakan teknologi pertanian modern yang diadaptasi dari sistem budidaya yang dipelajari Menteri Pertanian saat melakukan kunjungan kerja ke negara bagian Arkansas, Amerika Serikat.
Menurutnya, teknologi tersebut kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi lahan, iklim, dan karakteristik pertanian di Indonesia sehingga dapat diterapkan oleh petani di berbagai daerah.
"PM-AAS merupakan teknologi pertanian modern yang telah disesuaikan dengan kondisi pertanian di Indonesia. Dengan penyesuaian tersebut, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan secara luas oleh petani untuk meningkatkan produktivitas secara optimal," kata Dewo Ringgih, Jumat 10 Juli 2026.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan PM-AAS adalah kemampuannya meningkatkan produktivitas padi hingga sekitar 10 ton per hektare. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas padi nasional yang saat ini masih berada pada kisaran 5 ton per hektare.
"Melalui penerapan PM-AAS, produktivitas padi berpotensi mencapai sekitar 10 ton per hektare. Peningkatan hasil panen ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.
Untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut, penyuluh pertanian dari Kabupaten Sumenep mengikuti kegiatan studi tiru di Balai Perakitan dan Penerapan Teknologi Pertanian Jawa Timur. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman secara langsung mengenai penerapan PM-AAS sebelum diimplementasikan di wilayah binaan masing-masing.
"Kami berharap para penyuluh yang telah mengikuti studi tiru dapat menjadi penggerak dalam mempercepat penerapan PM-AAS di tingkat petani. Dengan demikian, peningkatan produktivitas pertanian dapat segera dirasakan dan target swasembada pangan nasional semakin mudah diwujudkan," ucap Dewo.
Melalui pemanfaatan teknologi PM-AAS, Kementerian Pertanian optimistis produktivitas pertanian nasional akan terus meningkat seiring semakin luasnya adopsi teknologi modern di kalangan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....