Perempuan Berdaya Menjadi Penggerak Kemajuan Desa

  • 07 Jul 2026 10:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Perempuan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor pertanian. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan semangat kebersamaan, perempuan mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi di tingkat desa.

Kamila, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kasih Ibu, Desa Bragung Kecamatan Guluk Guluk dalam Program Pengarus Utamaan Gender (PUG) RRI Sumenep, Senin, 6 Juli 2026 bertema "Wanita Tani Berdaya, Desa Berjaya," menjelaskan kegiatannya untuk memberdayakan anggota. Menurutnya, Kelompok Wanita Tani (KWT) bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi menjadi ruang belajar, berinovasi, dan saling menguatkan bagi perempuan desa dalam mengembangkan usaha pertanian.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan yang dilakukan anggota KWT meliputi pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, buah-buahan, tanaman obat keluarga, hingga budidaya rempah-rempah. Selain memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, hasil panen juga dapat dijual sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Menurutnya, perempuan memiliki ketelitian dan ketekunan yang menjadi modal besar dalam mengelola usaha pertanian. Dengan pendampingan yang tepat, anggota KWT mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah, seperti aneka makanan berbahan hasil pertanian, minuman herbal, hingga produk pangan lokal yang memiliki peluang pasar cukup luas.

“Keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga dari meningkatnya pengetahuan, kemandirian, dan kekompakan anggotanya. Karena itu, pelatihan budidaya, pengolahan hasil pertanian, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas kelompok,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi kelompok wanita tani, seperti keterbatasan modal usaha, akses terhadap teknologi pertanian, serta pemasaran hasil produksi. Oleh karena itu, dukungan pemerintah, penyuluh pertanian, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar kelompok wanita tani terus berkembang.

Dikesempatan tersebut, Kamila mengajak seluruh perempuan di pedesaan untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berani berinovasi. Menurutnya, ketika perempuan semakin berdaya, keluarga akan semakin kuat, ketahanan pangan semakin terjaga, dan desa memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh menjadi wilayah yang mandiri, maju, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....