BMKG: Kemarau di Madura Masih Berpotensi Diselingi Hujan Lokal
- 05 Jul 2026 16:46 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau yang berlangsung di Madura masih berpotensi diselingi hujan lokal. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang dapat terjadi sewaktu-waktu meskipun wilayah ini telah memasuki musim kemarau.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan seluruh wilayah Madura telah memasuki musim kemarau sejak Mei 2026. Pada periode ini, wilayah Madura dipengaruhi angin timuran yang membawa udara kering dari Australia.
"Kita tetap berada pada musim kemarau. Namun jika muncul fenomena lokal seperti sirkulasi udara, belokan angin atau perlambatan angin, maka masih ada potensi terbentuk awan hujan yang sifatnya lokal," kata Ari Jumat, 3 Juli 2026.
Ia menjelaskan suhu muka laut di sekitar Madura hingga kawasan timur Indonesia saat ini masih relatif hangat. Kondisi tersebut menjadi sumber uap air yang dapat mendukung pembentukan awan hujan apabila terdapat gangguan atmosfer.
"Suhu muka laut di sekitar Madura saat ini masih hangat. Jika ada sedikit penghalang atau gangguan atmosfer, kondisi itu sudah cukup untuk memicu pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan," ujarnya.
Menurut Ari, fenomena tersebut sempat terjadi beberapa waktu lalu ketika hujan turun di sejumlah wilayah Madura dan Surabaya. Bahkan hujan yang terjadi di Surabaya menyebabkan genangan di beberapa titik yang bertepatan dengan kondisi pasang laut.
"Kondisi dingin yang dirasakan masyarakat saat ini juga berkaitan dengan musim kemarau," ucapnya. "Saat posisi semu matahari berada lebih jauh dari wilayah Indonesia, penguapan berkurang sehingga udara terasa lebih dingin dan kering," katanya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memantau informasi prakiraan cuaca harian. Meskipun kemarau masih berlangsung, peluang hujan lokal tetap dapat terjadi akibat perubahan kondisi atmosfer di wilayah Madura dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....