Lempar Jumrah Ajarkan Umat Islam Melawan Ego dan Sifat Tercela

  • 08 Jun 2026 08:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Prosesi lempar jumrah menjadi salah satu rangkaian penting dalam ibadah haji yang sarat makna spiritual. Di balik lemparan kerikil yang dilakukan para jemaah, tersimpan pelajaran tentang upaya melawan hawa nafsu, ego, dan berbagai sifat buruk dalam diri manusia.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Ustad Achmad Syarif Fathoni, menjelaskan bahwa banyak hikmah yang dapat dipetik dari rangkaian ibadah haji, termasuk lempar jumrah yang dilaksanakan pada hari-hari Tasyrik, yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Menurutnya, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 203, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak mengingat dan berdzikir kepada Allah SWT pada hari-hari tersebut.

“Melalui lemparan jumrah, Allah SWT mengajarkan kepada kita melalui Nabi Ibrahim AS agar senantiasa menghilangkan ego dan berbagai hal buruk dalam hati. Bagi orang-orang yang bertakwa, hal ini akan membawa pengaruh besar dalam kehidupan,” ujar Ustad Syarif, Senin 8 Juni 2026.

Ia menambahkan, hidayah dan ridha Allah SWT tidak akan diperoleh hanya dengan bermalas-malasan, melainkan harus diupayakan melalui ikhtiar dan kesungguhan memperbaiki diri. Karena itu, setiap muslim dituntut untuk segera meninggalkan sifat-sifat tercela dan memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, amalan-amalan kecil yang dilakukan secara istiqomah, seperti beristighfar, berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah, dapat menjadi sebab terkikisnya dosa-dosa seorang hamba. “Kerikil kecil yang dilempar saat jumrah menjadi simbol bahwa hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus karena Allah dapat menghasilkan pahala yang besar,” katanya.

Ustad Syarif berharap para jemaah haji yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan dapat memperoleh ampunan Allah SWT dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari ibadah haji meskipun tidak sedang menunaikannya, yakni dengan terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....