Semangat Gotong Royong Jinakkan Api di Bluto sebelum Petugas Damkar Tiba

  • 15 Jul 2026 08:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjelang puncak musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Cuaca panas yang berkepanjangan membuat berbagai material menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar. Selain dipicu pembakaran sampah, kebakaran juga kerap terjadi akibat korsleting arus listrik.

Peristiwa tersebut dialami Suja'e (60), warga Dusun Jagunung, Desa Pekandangan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Rumahnya terbakar pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 03.00 WIB.

Suasana dini hari yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api terlihat dari bagian belakang rumah. Tanpa menunggu bantuan datang, warga sekitar bergegas bergotong royong memadamkan api menggunakan air dari sumur dan bor yang dialirkan dari rumah masing-masing.

"Alhamdulillah sebagian besar barang-barangnya masih bisa diselamatkan yang terbakar hanya bagian atap rumah belakang," ujar Anwar (40) , salah seorang warga di lokasi kejadian.

Berkat kesigapan warga, sejumlah barang berharga berhasil dievakuasi sebelum api membesar. Sepasang sapi yang berada di kandang, lemari, kasur, hingga pakaian berhasil dikeluarkan dari rumah. Api juga tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Warga menduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Dugaan itu menguat karena tidak ditemukan aktivitas pembakaran di sekitar kandang maupun dapur sebelum kejadian.

"Diduga berasal dari korsleting listrik karena tidak ada sumber api, baik di kandang maupun di dapur," kata Amir, warga lainnya.

Sementara itu, dua unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi baru tiba setelah api berhasil dipadamkan oleh warga. Keterlambatan tersebut diduga terjadi karena kendaraan sempat salah mengambil jalur menuju lokasi kejadian.

Meski demikian, petugas pemadam kebakaran bersama personel TNI dan Polri yang telah berada di lokasi tetap melakukan penyemprotan untuk memastikan tidak ada titik api yang masih tersisa dan mencegah kebakaran kembali menyala.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa memasuki puncak musim kemarau, kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan potensi sumber api perlu semakin ditingkatkan. Kesigapan serta semangat gotong royong warga terbukti menjadi faktor penting yang mampu mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....