Razia Gabungan TNI-Polri, Rutan Sumenep Perkuat Zero Halinar
- 02 Jun 2026 09:36 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bebas dari barang terlarang. Hal itu ditunjukkan melalui razia gabungan yang melibatkan petugas pemasyarakatan, TNI, dan Polri, Senin, 1 Juni 2026.
Kegiatan yang dipimpin langsung Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, M. Ulin Nuha, bersama Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, diawali dengan apel gabungan sebelum tim melakukan penggeledahan di sejumlah kamar hunian warga binaan.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang tidak seharusnya berada di dalam kamar hunian. Barang-barang tersebut meliputi benda berbahan logam, gunting, kaca, cobek, perangkat soundsystem, korek api, kabel, hingga stop kontak. Seluruh temuan langsung didata dan diamankan sesuai prosedur.
Kepala Rutan Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, menegaskan bahwa kegiatan razia merupakan bagian dari langkah konkret mendukung program Zero Halinar atau bebas handphone, pungutan liar, dan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
"Razia gabungan ini menjadi bentuk keseriusan kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan. Kami tidak memberikan ruang bagi keberadaan barang-barang yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan maupun proses pembinaan warga binaan," ujar Aditya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kondisi rutan yang kondusif tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan.
"Kami terus memperkuat sinergi dengan TNI dan Polri sebagai mitra strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari praktik Halinar. Sinergi ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pengawasan," katanya.
Sementara itu, Plh. Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, M. Ulin Nuha, mengapresiasi soliditas yang ditunjukkan seluruh unsur dalam pelaksanaan razia tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban di rutan maupun lembaga pemasyarakatan.
Aditya menambahkan, kegiatan penggeledahan akan terus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari strategi deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
"Pengawasan yang konsisten merupakan langkah preventif yang harus terus dijalankan. Dengan demikian, proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung lebih optimal dalam suasana yang aman dan kondusif," ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Sumenep menegaskan komitmennya untuk meningkatkan integritas petugas, memperkuat pengawasan, serta membangun kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....