Fenomena “Kapan Nikah” Dinilai Bisa Jadi Tekanan Sosial
- 22 Mei 2026 13:22 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Pertanyaan “kapan nikah” yang sering muncul dalam acara keluarga dinilai tidak selalu sekadar candaan. Bagi sebagian orang, khususnya perempuan, pertanyaan tersebut dapat menjadi tekanan sosial yang memengaruhi kondisi psikologis.
Hal itu disampaikan Nailur Rochmah dari Srikandi IKA PMII dalam siaran daring yang membahas kesiapan menikah dan fenomena nikah dini di Madura, Jum'at 22 Mei 2026.
Nailur mengaku pernah mengalami situasi serupa ketika menjadi anggota keluarga yang menikah paling akhir dibandingkan sepupu-sepupunya. Meski demikian, ia bersyukur karena keluarganya tidak pernah memaksakan usia maupun pilihan pasangan hidup.
Ia menilai budaya mendorong seseorang agar segera menikah perlu mulai dikurangi. Sebab, menurutnya, pernikahan bukan ajang perlombaan, melainkan membutuhkan kesiapan dalam berbagai aspek, mulai dari mental, psikologis, hingga ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Nailur juga menyoroti praktik pernikahan dini yang masih ditemukan di sejumlah wilayah Madura. Ia mengaku pernah menjumpai seorang siswa sekolah menengah pertama yang dipaksa menikah oleh keluarganya.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap masa depan anak, seperti terganggunya pendidikan hingga persoalan hak administrasi keluarga.
Nailur berharap angka pernikahan dini di Madura dapat terus menurun karena dampak negatifnya dinilai lebih besar dibanding manfaat yang diperoleh.
Ia juga menilai usia menikah yang lebih matang dapat membantu pasangan menghadapi dinamika rumah tangga. Selain itu, kesiapan ekonomi menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.
Menurutnya, pasangan yang belum memiliki kematangan ekonomi sebaiknya mempertimbangkan kembali keputusan menikah agar kehidupan rumah tangga memiliki pondasi yang lebih kuat.
Nailur turut mengingatkan generasi muda agar tidak merasa rendah diri ketika memilih menunda pernikahan demi pendidikan maupun pengembangan karier. Ia menilai keputusan tersebut dapat menjadi investasi untuk meningkatkan kualitas diri di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....