Perbedaan Generasi dalam Cara Mengekspresikan Kasih Sayang
- 01 Mei 2026 22:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Perbedaan generasi kerap memengaruhi cara seseorang mengekspresikan rasa sayang. Generasi yang lebih tua cenderung menunjukkan cinta melalui tindakan nyata, seperti bekerja keras, memenuhi kebutuhan keluarga, atau memberikan nasihat sebagai bentuk kepedulian.
Menurut salah satu anggota Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) Kholifatus Sa’diyah, cara tersebut merupakan bentuk kasih sayang yang tidak selalu terlihat secara verbal. “Cinta itu tidak harus diucapkan, tetapi bisa dibuktikan lewat tanggung jawab dan pengorbanan,” ujarnya saat diwawancarai dalam program Pro 2 Jaga Malam.
Sementara itu, generasi yang lebih muda cenderung lebih ekspresif dalam menyampaikan perasaan. Mereka lebih terbuka mengucapkan kata “sayang”, memberikan perhatian melalui pesan singkat, hingga menunjukkan dukungan secara terbuka di media sosial.
Konsep love language atau bahasa cinta turut membantu menjelaskan perbedaan ini. Setiap individu memiliki cara berbeda dalam merasakan kasih sayang, seperti melalui kata-kata afirmasi, waktu berkualitas, hadiah, tindakan pelayanan, atau sentuhan fisik.
Narasumber yang sama juga menambahkan bahwa generasi muda umumnya lebih familiar dengan istilah bahasa cinta dan berusaha memahaminya dalam hubungan sehari-hari. “Anak muda sekarang lebih mengenal istilah love language, sehingga mereka mencoba menyesuaikan cara mengekspresikan kasih sayang dengan pasangan atau orang terdekat,” tuturnya.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk saling memahami bahwa tiap generasi memiliki cara unik dalam mengekspresikan kasih sayang. Dengan komunikasi yang terbuka dan empati, perbedaan tersebut dapat menjadi kekuatan yang mempererat hubungan, bukan sumber konflik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....