Lumbung Pangan Sejahterakan Petani Selama Lebih Dari 10 Tahun

  • 28 Apr 2026 16:18 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Keberadaan lumbung pangan milik Kelompok Tani (Poktan) Sumber Hasil 313, Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep, terbukti memberi manfaat nyata bagi para petani. Program yang telah berjalan lebih dari satu dekade itu mampu menyerap gabah petani sekaligus meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok.

Ketua Poktan Sumber Hasil 313, Kodaridno mengatakan, lumbung pangan tersebut mulai berdiri sekitar tahun 2012 hingga 2013. Sejak saat itu, kegiatan utama yang dilakukan adalah membeli dan menampung gabah anggota saat musim panen, lalu menjualnya kembali ketika harga lebih baik.

“Dengan adanya lumbung pangan ini, gabah petani bisa terserap saat musim panen. Kemudian kami simpan satu sampai tiga bulan, lalu dijual kembali ketika harga naik. Dari situ ada keuntungan yang dirasakan bersama,” ujarnya, Selasa 28 April 2026.

Salah seorang petani yang datang membawa gabah miliknya untuk disimpan di Lumbang pangan.

Menurutnya, sistem ini sangat membantu petani agar tidak menjual gabah dengan harga rendah saat panen raya. Selain itu, keuntungan yang diperoleh dikelola secara gotong royong demi kepentingan seluruh anggota kelompok.

Ia menjelaskan, pengelolaan keuangan dilakukan secara tertib dan transparan. Modal awal sebesar Rp25 juta digunakan untuk membeli gabah anggota. Jika kebutuhan meningkat, kelompok memanfaatkan dana kas umum sebagai tambahan modal, yang nantinya dikembalikan setelah gabah terjual.

“Kalau anggota banyak yang setor gabah, kami tambah modal dari kas kelompok. Setelah gabah terjual, dana pinjaman dikembalikan dan sisanya menjadi keuntungan kelompok,” katanya.

Dalam satu tahun, Poktan Sumber Hasil 313 menjalankan dua kali musim tanam, yakni MT1 dan MT2. Dari kegiatan lumbung pangan tersebut, keuntungan yang diperoleh berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per tahun, tergantung perkembangan harga pasar.

Pendamping Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) R. Iskandar Zulkarnaen menilai keberhasilan lumbung pangan ini menjadi contoh pengelolaan ekonomi petani berbasis kebersamaan dan kemandirian di tingkat desa.

Keberadaan lumbung pangan diharapkan terus berkembang sebagai penyangga hasil panen sekaligus penguat kesejahteraan petani di Kabupaten Sumenep.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....