Operasi Pasar Sumenep Ubah Pola Belanja, Warga Mulai Pahami Harga Wajar

  • 24 Apr 2026 20:05 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Intervensi harga bahan pokok melalui operasi pasar mulai membentuk perilaku belanja masyarakat di Kabupaten Sumenep. Program yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) ini tidak hanya menekan inflasi, tetapi juga menjadi acuan harga bagi konsumen di tengah fluktuasi pasar.

Selama dua bulan terakhir, operasi pasar murah rutin digelar dengan melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Perum Bulog. Kegiatan tersebut menyediakan komoditas utama seperti beras dan minyak goreng dengan harga yang disesuaikan dengan ketentuan pemerintah.

Kepala UPT Pasar Anom Baru, Ibnu Hajar, mengatakan kehadiran operasi pasar memberi dampak langsung terhadap pola konsumsi masyarakat, terutama dalam memahami harga wajar di pasaran.

“Melalui operasi pasar ini, masyarakat jadi tahu harga yang sesuai dengan HET. Sehingga mereka tidak mudah membeli dengan harga yang terlalu tinggi di luar,” ujarnya saat ditemui di Pasar Anom Sumenep, Jumat 24 April 2026.

Ia menjelaskan, salah satu komoditas yang paling diminati adalah minyak goreng MinyaKita. Di pasaran, harga produk tersebut kerap berada di atas ketentuan, namun dalam operasi pasar dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Menurutnya, intensitas pelaksanaan yang mencapai dua kali dalam sepekan menjadi strategi untuk menjaga konsistensi harga sekaligus memastikan masyarakat memiliki alternatif sumber pembelian yang lebih terjangkau.

Tidak hanya berhenti di pusat kota, DKUPP juga berencana memperluas jangkauan operasi pasar hingga ke wilayah kecamatan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkecil disparitas harga antarwilayah.

“Distribusi akan kami perluas supaya masyarakat di kecamatan juga mendapatkan akses yang sama terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas pasar dengan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi mengganggu ketersediaan barang.

Sementara itu, warga setempat mulai merasakan manfaat dari program tersebut. Rizal, warga Kolor, mengaku operasi pasar membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan harian.

“Dengan adanya operasi pasar, kami bisa membeli minyak dengan harga lebih murah. Ini sangat membantu, apalagi harga di luar sering lebih mahal,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, operasi pasar tidak hanya berfungsi sebagai langkah jangka pendek pengendalian inflasi, tetapi juga sebagai instrumen edukasi harga bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika pasar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....