Progres Kampung Nelayan Merah Putih Capai 94 Persen, Siap Beroperasi Tahun Ini
- 24 Apr 2026 09:57 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Sumenep terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, realisasi pembangunan di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, telah mencapai sekitar 94 persen dan ditargetkan mulai beroperasi tahun 2026.
Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno mengatakan Sumenep menjadi satu-satunya daerah di Madura yang mendapatkan program prioritas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2025.
“Untuk wilayah Madura, khususnya Jawa Timur, Sumenep menjadi satu-satunya yang mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025, tepatnya di Desa Dapenda,” ujarnya Jumat, 24 April 2026.
Menurutnya selain Desa Dapenda, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga telah mengusulkan tujuh lokasi tambahan untuk pengembangan program serupa di tahun 2026. Beberapa di antaranya berada di wilayah Pasongsongan, Ambunten hingga Pulau Gili Genting.
Terkait adanya kritik dari sejumlah nelayan mengenai lokasi KNMP yang dinilai kurang strategis, pihaknya menegaskan penentuan lokasi telah melalui berbagai pertimbangan dari pemerintah pusat. “Banyak faktor yang menjadi penilaian KKP dalam menentukan lokasi," katanya. "Jadi tidak semata-mata soal kedekatan dengan dermaga."
Menurutnya, tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui sistem terintegrasi, mulai dari penangkapan, pengolahan hingga pemasaran hasil laut. Di dalam kawasan KNMP telah disiapkan berbagai fasilitas seperti pabrik es, tempat pengolahan, hingga pusat aktivitas ekonomi.
“Nelayan tidak perlu lagi kesulitan memasarkan hasil tangkapannya. Nanti akan ditampung oleh koperasi nelayan dan dipasarkan kembali,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan KNMP berbasis kelompok masyarakat melalui koperasi nelayan. Bahkan, program ini terbuka bagi nelayan di luar Desa Dapenda untuk ikut berpartisipasi.
“Pada prinsipnya terbuka untuk semua nelayan di sekitar wilayah tersebut, tidak hanya dari Desa Dapenda,” katanya.
Terkait kendala di lapangan, Agustiono menyebut tidak ada hambatan vital. Namun, pelaksanaan sempat terkendala faktor cuaca serta waktu pengerjaan yang berada di akhir tahun anggaran 2025.
Sementara itu, terkait kebutuhan tambahan fasilitas seperti ukuran produksi es, pihaknya menilai hal tersebut bukan kendala besar dan masih bisa disesuaikan dengan kebutuhan nelayan.
Lebih lanjut, ia memastikan pengawasan program akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan penyuluh perikanan serta koordinasi lintas instansi, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM.
“Kami akan melakukan monitoring secara rutin, minimal tiga bulan sekali, sementara penyuluh akan mendampingi nelayan setiap waktu,” ucapnya tegas.
Untuk operasional penuh, pihaknya menyebut masih menunggu proses serah terima aset dari pemerintah pusat yang kemungkinan akan dilakukan bersamaan dengan peresmian oleh Presiden.
“Insyaallah tahun ini sudah bisa beroperasi. Kemungkinan peresmian akan dilakukan langsung oleh Presiden,” katanya.
Dengan berbagai dukungan fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap KNMP[ mampu menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....