SRMP 29 Pamekasan, Fokus Bentuk Karakter dan Akses Pendidikan Anak Kurang Mampu
- 21 Apr 2026 09:44 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 29 Pamekasan terus menunjukkan perkembangan positif sejak mulai beroperasi sekitar delapan bulan terakhir. Program pendidikan berbasis asrama ini difokuskan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sekaligus membentuk karakter dan kemandirian siswa.
Kepala Sekolah SRMP 29 Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, mengungkapkan saat ini sekolah menampung 50 siswa jenjang SMP yang terdiri dari 25 laki-laki dan 25 perempuan. Para siswa tersebut berasal dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Sekolah rakyat ini memang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Jadi tidak ada pendaftaran umum, melainkan melalui mekanisme penjangkauan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH),” ujarnya saat dialog di RRI.
Menurut Aisyah, kurikulum yang diterapkan mengacu pada kurikulum nasional, namun dilengkapi dengan kurikulum persiapan untuk menyesuaikan kemampuan awal siswa yang beragam. Hal ini karena sebagian siswa datang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan ada yang belum memiliki kemampuan dasar membaca dan berhitung secara optimal.
“Model pembelajaran kami menggunakan pendekatan multi-entry dan multi-exit, karena kemampuan anak-anak sangat beragam. Jadi perlu pendampingan intensif, baik akademik maupun penguatan karakter,” katanya.
Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga mengembangkan berbagai program penguatan soft skill dan karakter, seperti kegiatan keagamaan, literasi, hingga program inovatif seperti Proktor Smart (tutor sebaya) dan Saturday Competition untuk penguatan matematika dasar.
Sebagai sekolah berkonsep asrama, pembentukan karakter menjadi fokus utama. Siswa dibiasakan menjalani pola hidup disiplin, mulai dari bangun pagi, ibadah bersama, hingga menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.
“Perubahan karakter anak-anak terlihat cukup signifikan dibandingkan saat awal masuk. Mereka mulai terbiasa hidup disiplin, mandiri, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, Aisyah menyebut dukungan pemerintah sudah cukup optimal. Setiap siswa telah difasilitasi satu unit laptop, didukung smart board di kelas, serta ribuan koleksi buku dari Perpustakaan Nasional. Kebutuhan dasar siswa seperti seragam, alat tulis, hingga perlengkapan pribadi juga telah dipenuhi.
Meski demikian, pihak sekolah masih menghadapi kendala terkait ketersediaan gedung permanen. Saat ini kegiatan belajar masih menempati gedung sementara sambil menunggu pembangunan fasilitas yang lebih representatif.
Ke depan, SRMP Pamekasan juga berencana menambah rombongan belajar sesuai kapasitas ruang yang tersedia, sembari menunggu pengembangan menjadi Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) yang dapat mencakup jenjang SD hingga SMA.
Aisyah menegaskan, tujuan utama sekolah rakyat bukan sekadar memberikan pendidikan formal, tetapi membangun mentalitas dan semangat belajar jangka panjang bagi siswa.
“Harapan kami sederhana, anak-anak betah belajar, terpenuhi kebutuhannya, dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta disiplin. Pendidikan ini adalah proses panjang untuk membentuk masa depan mereka,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....