IDI Sumenep Imbau Warga Cegah Dehidrasi di tengah Cuaca Panas
- 21 Apr 2026 09:13 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Cuaca panas yang melanda wilayah Sumenep seiring masuknya musim kemarau mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan, khususnya terkait risiko dehidrasi.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumenep, Rifmi Utami, mengingatkan pentingnya menjaga asupan cairan tubuh agar tetap tercukupi di tengah suhu udara yang kian meningkat.
“Intinya kita harus menjaga cairan tubuh agar tetap cukup. Cara paling sederhana adalah dengan minum air putih minimal 2 liter per hari atau sekitar 10 gelas,” ujarnya saat dialog di program Halo RRI, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, kebutuhan cairan tersebut sebaiknya dipenuhi secara bertahap sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam. Masyarakat juga dianjurkan untuk selalu membawa air minum saat beraktivitas di luar rumah guna mencegah kekurangan cairan.
Selain itu, Rifmi menyarankan konsumsi makanan yang mengandung banyak air seperti buah-buahan, di antaranya semangka, melon, dan mentimun, sebagai alternatif tambahan untuk menjaga hidrasi tubuh.
“Buah-buahan yang tinggi kandungan air bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Mentimun misalnya, cukup netral dan mudah didapat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat mengurangi konsumsi makanan berminyak yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan memicu rasa haus lebih cepat.
Di tengah paparan sinar matahari yang cukup terik, Rifmi turut menekankan pentingnya perlindungan kulit. Penggunaan tabir surya atau sunscreen dinilai perlu untuk mencegah kulit kering dan dampak buruk paparan sinar ultraviolet.
“Gunakan sunscreen dengan SPF yang sesuai, terutama bagi yang sering beraktivitas di luar ruangan,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan mengenakan pakaian yang nyaman serta mengatur aktivitas luar ruangan agar tidak berlebihan, terutama saat suhu sedang tinggi.
Terkait tren konsumsi minuman dingin manis saat cuaca panas, Rifmi mengimbau masyarakat untuk lebih bijak. Ia menyarankan agar kebutuhan cairan lebih diutamakan dari air putih dibanding minuman berpemanis.
“Lebih baik penuhi cairan tubuh dengan air mineral biasa, jangan terlalu banyak mengonsumsi minuman manis,” ucapnya tegas.
Dengan menjaga keseimbangan pola konsumsi dan aktivitas, masyarakat diharapkan tetap sehat dan terhindar dari risiko dehidrasi selama musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....