Hari Batik Nasional, Batik Catra Rutan Sumenep Dorong Kemandirian Warga Binaan

  • 02 Okt 2026 09:58 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Produksi batik hasil karya warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sumenep melalui Batik Catra terus berjalan dengan baik dan mendapat permintaan dari konsumen. Pembina Batik Catra Rutan Kelas IIB Sumenep, Hadari Fitriyanto, mengatakan salah satu produk yang banyak diminati konsumen adalah batik dengan motif custom atau motif sesuai permintaan.

“Alhamdulillah sampai saat ini tingkat produksi batik hasil karya binaan berjalan dengan baik dan lancar. Untuk motif sendiri, yang banyak diproduksi oleh Batik Catra dari permintaan konsumen yaitu motif custom yang sesuai dengan keinginan konsumen,” kata Hadari, Jum'at 2 Oktober 2026.

Menurutnya, momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi kesempatan untuk terus mendorong masyarakat melestarikan dan mencintai batik sebagai bagian dari identitas bangsa. Batik Indonesia diakui oleh Unesco sebagai warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2009 dalam melestarikan batik dan memperkenalkan nilai-nilai budaya ke kancah internasional.

Hadari berharap Batik Catra Rutan Sumenep dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas hingga ke pasar internasional. Keberlanjutan produksi juga diharapkan dapat mendukung program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

“Harapan kami di momen Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2026, batik terus dilestarikan, dicintai sebagai identitas bangsa oleh masyarakat, khususnya Batik Catra Rutan Sumenep, dan semakin mendunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil penjualan Batik Catra juga memberikan manfaat langsung bagi warga binaan yang terlibat dalam proses produksi. Mereka memperoleh premi sebagai bentuk penghargaan atas keterampilan dan pekerjaan yang dilakukan selama mengikuti pembinaan.

“Semakin banyak yang membeli, maka semakin banyak juga mereka mendapatkan preminya,” ucapnya.

Hadari menambahkan, keberadaan Batik Catra tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....