Kasus Stunting di Kangayan Jadi Perhatian Pemerintah
- 20 Apr 2026 10:57 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Meski angka stunting di Kabupaten Sumenep mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, masih terdapat sejumlah wilayah dengan jumlah kasus yang cukup tinggi. Salah satunya berada di Kecamatan Kangayan yang tercatat memiliki kasus terbanyak.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes P2KB Sumenep, Desy Febryana, menyebutkan bahwa jumlah kasus stunting di Kecamatan Kangayan mencapai sekitar 195 anak. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor yang cukup kompleks.
“Di wilayah Kangayan, faktor yang cukup dominan adalah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan serta pola asuh yang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya. Senin, 20 April 2026.
Ia menambahkan, penyebab stunting tidak hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi kesehatan ibu saat hamil, infeksi berulang pada anak, hingga kondisi sanitasi lingkungan yang kurang memadai.
“Faktor ekonomi dan sosial juga berpengaruh, termasuk kualitas layanan kesehatan yang belum merata di semua wilayah,” katanya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes P2KB terus melakukan berbagai langkah preventif dan kuratif, seperti pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin dan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, serta pemberian intervensi khusus bagi anak yang mengalami masalah gizi.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, terutama terkait pentingnya pemenuhan gizi sejak usia remaja, pemberian ASI dan MP-ASI yang tepat, serta perbaikan sanitasi lingkungan.
“Penanganan stunting harus dimulai dari hulu, termasuk meningkatkan kesadaran keluarga agar lebih peduli terhadap kesehatan anak,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap dengan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan, angka stunting di wilayah kepulauan maupun daratan dapat terus ditekan, sehingga tercipta generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....