Tradisi Syawalan Sumenep, Dari Maaf hingga Eratnya Persahabatan
- 14 Apr 2026 11:36 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Tradisi syawalan di Kabupaten Sumenep masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pasca Idul Fitri. Halal bihalal menjadi momentum mempererat silaturahmi di tengah kehidupan sosial yang kian dinamis.
Di berbagai wilayah Sumenep, baik di perkotaan maupun pedesaan, masyarakat memanfaatkan momen ini untuk saling berkunjung. Pertemuan antar keluarga, tetangga, hingga rekan kerja menjadi tradisi yang terus terjaga.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Sumenep, Ustaz Zainullah, mengatakan syawalan tidak sekadar tradisi, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang kuat. Ia menekankan pentingnya saling memaafkan dalam menjaga keharmonisan hubungan.
“Syawalan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan membangun kembali kebersamaan dengan orang-orang yang jarang kita temui,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Sumenep, Senin, 13 April 2026.
Ia menilai, budaya syawalan di Sumenep turut memperkuat hubungan sosial masyarakat yang dikenal religius. Momen ini menjadi ruang untuk mempererat kembali ikatan persaudaraan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa persahabatan harus dilandasi keimanan, ketakwaan, dan keikhlasan. Tanpa dasar tersebut, hubungan pertemanan berpotensi berubah menjadi konflik.
Ustaz Zainullah pun mengimbau masyarakat agar terus menjaga tradisi syawalan. Ia menegaskan, sahabat terbaik adalah yang mampu membawa pada kebaikan serta mendorong peningkatan iman dan takwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....