Gas LPG 3 Kilogram di Sejumlah Daerah Mengalami Kenaikan Harga

  • 12 Apr 2026 14:28 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Harga LPG subsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Sumenep masih belum merata. Di wilayah daratan, harga eceran berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp21 ribu, sementara di sejumlah wilayah kepulauan harganya jauh lebih tinggi.

Di Kecamatan Masalembu, misalnya, harga LPG 3 kilogram saat ini mencapai Rp35 ribu per tabung. Kondisi ini dikeluhkan warga karena dinilai terus mengalami kenaikan.

Salah seorang warga Desa Masalima, Halimatus, mengatakan harga LPG di wilayahnya memang sering berubah, bahkan cenderung meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

“Sekarang sudah Rp35 ribu. Padahal beberapa minggu lalu masih di kisaran Rp25 ribu sampai Rp28 ribu,” ujarnya.

Ia menambahkan, lonjakan harga biasanya dipicu oleh kendala distribusi, terutama saat cuaca buruk yang menghambat keberangkatan kapal pengangkut.

“Kalau kapal tidak berangkat, harga bisa naik tinggi. Pernah sampai Rp100 ribu,” katanya.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah daratan. Warga Desa Giring, Kecamatan Manding, Lisa, menyebut harga LPG masih relatif stabil meski mengalami kenaikan tipis.

“Biasanya Rp19 ribu sampai Rp20 ribu, sekarang sekitar Rp21 ribu,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, membenarkan adanya perbedaan harga antara wilayah daratan dan kepulauan.

Menurutnya, kondisi geografis serta biaya distribusi menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di tingkat konsumen.

“Untuk harga eceran tertinggi di pangkalan wilayah daratan ditetapkan Rp18 ribu. Sementara di kepulauan memang lebih tinggi karena ada tambahan biaya distribusi,” jelasnya.

Ia memastikan pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga di lapangan, mulai dari stasiun pengisian bulk elpiji hingga tingkat pengecer. Selain itu, pihaknya juga menjamin ketersediaan stok LPG 3 kilogram di Sumenep dalam kondisi aman.

“Tahun 2026 kuota LPG 3 kilogram untuk Sumenep sebesar 27.870 metrik ton,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....