Produksi Gabah Sumenep Meningkat pada Periode Januari–Mei 2026

  • 03 Apr 2026 14:44 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Produksi gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren positif pada tahun 2026. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat koordinasi swasembada pangan tingkat Provinsi Jawa Timur, produksi gabah periode Januari–Mei 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian se-Jawa Timur, Kepala BRMP Kementerian Pertanian Jawa Timur serta Katimker se-Provinsi Jawa Timur.

Pertemuan itu membahas capaian program swasembada pangan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk perkembangan produksi gabah di Kabupaten Sumenep.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI wilayah kerja Kabupaten Sumenep, Dewo Ringgih menyampaikan, peningkatan produksi tersebut menjadi indikator positif bagi sektor pertanian di daerah.

“Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat koordinasi, produksi gabah kering panen Kabupaten Sumenep pada periode Januari sampai Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025,” ujar Dewo Ringgih, Jumat 3 April 2026

Ia menjelaskan, peningkatan produksi gabah tersebut juga terlihat dari capaian serapan gabah petani oleh Bulog yang terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2026, Kabupaten Sumenep mendapatkan target serapan gabah petani sebesar 600 ton gabah kering panen. Namun hingga Kamis kemarin, realisasi serapan telah mencapai 610,9 ton, sehingga melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

“Capaian serapan gabah petani hingga Kamis kemarin sudah mencapai 610,9 ton gabah kering panen. Ini sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar 600 ton, dan angkanya masih berpotensi bertambah karena masih ada petani yang akan menjual gabahnya ke Bulog,” ujarnya menjelaskan.

Menurutnya, peningkatan produksi sekaligus serapan gabah ini menunjukkan adanya perubahan pola pikir petani di Kabupaten Sumenep.

“Kalau dulu banyak petani hanya memproduksi untuk kebutuhan sendiri, sekarang sudah mulai berubah. Petani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga mulai berpikir sebagai pelaku usaha yang melihat hasil panen sebagai sumber peningkatan pendapatan,” ucap Dewo Ringgih.

Ia berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan sehingga kontribusi Kabupaten Sumenep terhadap ketahanan pangan di Jawa Timur semakin kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....