Tantangan PLTS di Kawasan Madura
- 30 Mar 2026 14:34 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah kepulauan seperti Madura dinilai memiliki potensi besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasinya. Hal ini tercermin dalam berbagai kajian energi terbarukan yang menyoroti kesiapan teknis dan sistem pendukung di daerah terpencil.
Peneliti dari Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, dalam laporan kajian energi surya Indonesia tahun 2023, menyebut wilayah Indonesia bagian timur termasuk Madura memiliki potensi energi surya yang tinggi. “Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar dan sangat cocok dikembangkan di wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa tantangan utama terletak pada aspek operasional dan pemeliharaan. “Keberlanjutan PLTS sangat bergantung pada sistem perawatan, ketersediaan komponen, serta rantai pasok yang andal,” katanya.
Hal ini sejalan dengan kondisi yang terjadi di Pulau Sepangkur Kecil, Kecamatan Sapeken, Sumenep, di mana PLTS yang menjadi sumber listrik utama warga belum juga diperbaiki. Keterlambatan tersebut sebelumnya dipicu oleh kendala distribusi material yang sempat tertahan di Bea Cukai.
Manager PLN ULP Kepulauan Kangean, Hairul Ismail, pada Senin, 30 Maret 2026, menyampaikan bahwa kendala tersebut kini telah teratasi. “Alhamdulillah, proses di Bea Cukai sudah selesai dan saat ini tinggal menunggu kedatangan barang,” ujarnya.
Ia mengatakan PLN juga telah berkoordinasi dengan pihak vendor untuk mempercepat proses pengiriman material ke lokasi. “Kami juga sudah menekan vendor agar proses pengiriman tidak mengalami hambatan,” ucapnya.
Hairul menegaskan bahwa perbaikan akan segera dilakukan setelah material tiba di Sumenep. “Kami targetkan dalam dua pekan ke depan barang sudah sampai dan perbaikan bisa segera dilakukan,” katanya.
Kajian tersebut menegaskan bahwa pengembangan PLTS tidak hanya berhenti pada pemasangan awal, tetapi membutuhkan dukungan sistem distribusi dan pemeliharaan yang kuat. Kasus di Sepangkur Kecil menjadi cerminan penting bahwa optimalisasi energi terbarukan di wilayah kepulauan harus dibarengi kesiapan teknis yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....