Jabatan Empat Posisi Strategis di Sumenep, Puluhan Pejabat Ikut Seleksi
- 08 Mar 2026 11:04 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar seleksi terbuka untuk pengisian sejumlah Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama yang saat ini masih kosong. Sebanyak 53 pejabat dari berbagai perangkat daerah tercatat mengikuti proses seleksi tersebut. Namun setelah melalui tahap pemeriksaan administrasi, hanya 35 peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Seleksi terbuka itu dilakukan untuk mengisi empat jabatan eselon IIB, yakni Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Inspektur Kabupaten, serta tiga posisi staf ahli bupati.
Saat ini proses seleksi telah memasuki tahapan uji kompetensi manajerial atau asesmen bagi para peserta yang lolos seleksi administrasi.
Berdasarkan data pendaftaran, jabatan Kepala BRIDA diikuti oleh 15 peserta. Kemudian jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan diikuti 17 pejabat. Sementara itu, jabatan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik diikuti 12 peserta, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia diikuti 23 orang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Benny Irawan, menjelaskan bahwa proses seleksi ini dilakukan setelah pihaknya menerima rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI pada pertengahan Februari lalu.
Setelah rekomendasi tersebut diterima, pemerintah daerah langsung membuka proses seleksi terbuka untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi yang belum terisi.
“Total ada 53 pejabat yang mendaftar dalam seleksi empat jabatan tersebut. Namun setelah dilakukan verifikasi administrasi, hanya 35 orang yang dinyatakan lolos karena memenuhi seluruh persyaratan,” kata Benny. Minggu 8 Maret 2026.
Ia menyebutkan, peserta yang tidak lolos seleksi administrasi umumnya disebabkan karena dokumen yang diserahkan tidak lengkap sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Benny menambahkan bahwa proses seleksi masih akan berlangsung dalam beberapa tahapan ke depan. Saat ini peserta masih mengikuti asesmen kompetensi manajerial sebelum masuk ke tahap selanjutnya.
Setelah asesmen selesai, panitia seleksi akan mengumumkan hasil penilaian tersebut. Para peserta juga akan diminta menyiapkan makalah sebagai bagian dari rangkaian proses seleksi.
“Prosesnya masih cukup panjang. Saat ini baru tahap asesmen. Setelah itu akan ada pengumuman hasil dan dilanjutkan dengan pembuatan makalah oleh peserta,” ujarnya.
Pada tahap akhir, panitia seleksi akan menentukan tiga kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan. Nama-nama tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menentukan pejabat yang akan menduduki jabatan tersebut.
“Perkiraannya pada akhir Maret nanti tiga kandidat terbaik dari masing-masing jabatan sudah bisa diumumkan,” katanya.
Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Sumenep, Holik, mengingatkan agar proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif. Ia berharap pemerintah daerah benar-benar menempatkan pejabat yang memiliki kemampuan dan kompetensi sesuai dengan jabatan yang akan diemban.
“Prosesnya harus transparan dan profesional. Pilih pejabat yang benar-benar kompeten agar tidak terjadi kesalahan dalam penempatan jabatan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....