Bulan Februari Sumenep alami Inflasi Tahunan Mencapai 6,73 Persen
- 07 Mar 2026 11:26 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Kabupaten Sumenep mengalami inflasi Year On Year (Y-on-Y) pada Februari mencapai 6,37 persen dengan Indek Harga Konsumen mencapai 115,44.
Angka tersebut melonjak tinggi melebihi angka inflasi tahunan Jawa Timur yang hanya mencapai 4,88 persen, bahkan angka tersebut juga mengalahkan inflasi nasional yaitu 4,76.
Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo mengatakan, penyumbang terbesar pada inflasi tahunan didaerahnya tidaknya hanya disebabkan pada komoditas bahan pokok saja, melainkan dari sektor lainnya.
“Komoditas Emas dan tarif Listrik Non- Subsidi menjadi dua penyumpang terbesar inflasi tahunan di Sumenep di Year-on-year pada bulan Februari,” ujarnya, 7 Maret 2026.
Ia merinci, emas perhiasan memberikan kontribusi inflasi sebesar 2,53 persen, disusul tarif listrik non-subsidi sebesar 1,76 persen, serta beras yang menyumbang 0,33 persen.
Sementara jika dilihat dari kelompok pengeluaran, inflasi terbesar berasal dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang menyumbang 2,62 persen. Kemudian kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 1,91 persen, serta kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 1,53 persen.
Handoyo menjelaskan, tingginya inflasi di Sumenep perlu dipahami secara proporsional karena sebagian besar dipicu oleh komoditas yang tidak selalu dikonsumsi oleh seluruh masyarakat.
Menurutnya, dampak inflasi akan lebih terasa apabila kenaikan harga terjadi pada komoditas pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....