Haul Sultan Abdurrahman Jadi Momentum Perkuat Nilai Kepemimpinan

  • 13 Feb 2026 23:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Peringatan Haul Sultan Abdurrahman Pakunataningrat bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan menjadi momen penting untuk menggali kembali keteladanan dan warisan nilai luhur sang sultan bagi generasi masa kini.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa haul tersebut menjadi ruang refleksi atas kontribusi besar Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dalam membangun tatanan pemerintahan, peradaban, serta kehidupan keagamaan di Sumenep.

Menurutnya, Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dikenal sebagai pemimpin yang tidak hanya piawai dalam mengelola pemerintahan, tetapi juga berhasil menciptakan harmoni sosial dan memperkuat nilai religius di tengah masyarakat.

“Warisan nilai kepemimpinan, kebijaksanaan, dan komitmen keumatan itu harus terus dijaga dan diterapkan dalam setiap aspek pembangunan daerah,” ujar Bupati di sela kegiatan haul yang digelar di Asta Tinggi, Jumat 13 Februari 2026.

Ia menambahkan, para sultan yang pernah memimpin Sumenep telah menanamkan dasar kuat bagi terbentuknya masyarakat yang religius, berbudaya, serta menjunjung tinggi persatuan. Oleh sebab itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk merawat dan mengaktualisasikan warisan tersebut di tengah dinamika zaman.

Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga pada pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, serta pelestarian nilai budaya.

“Semangat pengabdian dan keteladanan Sultan Abdurrahman Pakunataningrat harus menjadi inspirasi untuk mewujudkan Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Panitia Pelaksana Yayasan Bina Pakoe Insani, RBMS Hadi Pradipta, menyampaikan bahwa Haul ke-IV ini menjadi ajang doa bersama sekaligus mempererat silaturahmi antara keluarga besar keraton, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat ikatan kebersamaan dan nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana edukasi sejarah agar peninggalan para leluhur tetap hidup dan relevan dalam perjalanan pembangunan daerah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....