Halo RRI: Bus AKAP Terbakar, Waspada Beban Listrik
- 09 Feb 2026 17:25 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Sebuah bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) milik PO Haryanto dilaporkan terbakar di ruas Tol Pemalang–Batang KM 301+300 pada 3 Februari 2026. Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik dan masuk ke redaksi RRI melalui program Halo RRI.
Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Aryawiraraja Sumenep, Handoko Imam Hanafi, saat dikonfirmasi RRI, menyampaikan bahwa bus tersebut tidak berangkat dari Terminal Sumenep, melainkan dari Jawa Barat dengan tujuan Madura. Oleh karena itu, pihaknya tidak menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.
“Informasi yang saya ketahui juga dari media. Karena bus itu bukan berangkat dari Terminal Sumenep, jadi tidak ada laporan langsung ke kami,” kata Handoko Imam Hanafi.
Berdasarkan informasi yang beredar, kebakaran diduga bermula dari percikan api pada bagian ban, sehingga pengemudi menepikan kendaraan dan seluruh penumpang berhasil keluar. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Meski tidak mengetahui kronologi secara detail, Handoko menegaskan bahwa untuk bus yang berangkat dari Terminal Tipe A Aryawiraraja Sumenep, pihaknya secara rutin menerapkan prosedur inspeksi keselamatan atau ramp check sebelum keberangkatan. Pemeriksaan meliputi kondisi kelistrikan, lampu, rem, hingga ban kendaraan.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi dengan kru bus AKAP, sejumlah kejadian kebakaran bus kerap dipicu oleh penggunaan daya listrik yang melebihi kapasitas, terutama akibat penumpang mengisi daya perangkat seperti powerbank, laptop, atau kamera di dalam bus.
“Fasilitas USB di bus itu sebenarnya hanya untuk mengisi daya handphone. Kalau digunakan untuk powerbank, laptop, atau kamera, tarikannya besar dan bisa menyebabkan aki panas hingga berpotensi kebakaran,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak terminal akan memperkuat edukasi kepada masyarakat. Handoko menyebutkan, Terminal Aryawiraraja berencana memasang banner dan stiker imbauan agar penumpang tidak mengisi daya perangkat berdaya besar di dalam bus, meskipun belum ada regulasi khusus dari pemerintah.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa bus AKAP telah dilengkapi fasilitas keselamatan, seperti palu pemecah kaca dan pintu darurat, yang dapat digunakan penumpang apabila terjadi kondisi darurat.
Pihak terminal berharap, melalui sosialisasi yang lebih masif dan kesadaran penumpang, keselamatan perjalanan angkutan umum dapat semakin ditingkatkan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....