Penyaluran Bantuan Kepulauan Tersendat Akibat Cuaca Ekstrem

  • 04 Feb 2026 22:34 WIB
  •  Sumenep

RI.CO.ID, Sumenep – Penyaluran bantuan bagi warga terdampak angin kencang di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep hingga saat ini belum dapat dilaksanakan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyebutkan, distribusi bantuan masih menunggu kondisi cuaca membaik serta kelengkapan laporan resmi dari pemerintah desa terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Sumenep, Ach. Laili Maulidy, mengatakan bahwa dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah kecamatan kepulauan, di antaranya Kecamatan Sapeken, Pagerungan Kecil, Pagerungan Besar, Arjasa, dan Raas. Namun demikian, secara administratif, laporan lengkap sementara baru diterima dari Kecamatan Raas.

“Penyaluran bantuan harus didasarkan pada laporan resmi dari pemerintah desa sebagai dasar pendataan dan pertanggungjawaban anggaran,” ujar Laili Maulidy, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, BPBD telah menyiapkan bantuan stimulan untuk warga terdampak bencana, meliputi kebutuhan sandang dan pangan, air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, dukungan psikososial, hingga fasilitas penampungan dan hunian sementara. Seluruh bantuan tersebut baru bisa disalurkan setelah proses verifikasi data kerusakan rampung.

Menurutnya, keterlambatan laporan dari wilayah kepulauan menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan penanganan bencana. Keterbatasan akses transportasi laut serta sarana komunikasi turut memengaruhi kecepatan koordinasi antara desa dan pemerintah daerah.

“Karakteristik wilayah kepulauan memang berbeda. Jarak tempuh yang jauh dan akses yang terbatas membuat proses pelaporan tidak bisa secepat wilayah daratan,” katanya.

Selain itu, BPBD Sumenep juga menghadapi keterbatasan sumber daya operasional. Armada yang minim serta jumlah personel yang terbatas membuat penyaluran bantuan ke wilayah kepulauan membutuhkan dukungan lintas sektor.

“Untuk wilayah daratan saja kami hanya memiliki dua unit kendaraan operasional, satu untuk rescue dan satu untuk logistik. Jika harus menjangkau kepulauan, tentu perlu dukungan tambahan,” ujar Laili.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumenep dari Daerah Pemilihan VII Kepulauan, Syamsul Bahri, meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah percepatan agar bantuan tidak terlambat diterima masyarakat terdampak.

“Masyarakat di kepulauan sangat membutuhkan bantuan segera. Pemerintah daerah harus lebih proaktif agar warga tidak menunggu terlalu lama,” kata Syamsul.

Ia mendorong BPBD bersama Dinas Sosial P3A dan pemerintah desa untuk mempercepat pendataan di lapangan, sehingga bantuan darurat dapat segera disalurkan ke wilayah kepulauan yang terdampak angin kencang.

Syamsul Bahri juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi cuaca ekstrem, termasuk langkah mitigasi dini guna meminimalisir risiko bencana ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....