Sekolah Rakyat 49 Sumenep Kembangkan Bakat Minat Siswa

  • 28 Jan 2026 23:06 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Sekolah Rakyat (SR) 49 Sumenep terus menguatkan pendekatan pendidikan berbasis bakat dan minat siswa, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia dalam peresmian Sekolah Rakyat. Pendekatan ini bertujuan menggali potensi setiap anak agar berkembang sesuai keahlian yang dimiliki tanpa mengesampingkan aspek akademik.

Kepala SR 49 Sumenep, Norani Yanuar Subaidi, menyampaikan pengembangan potensi siswa diawali melalui asesmen bakat menggunakan metode DNA Talent. Dari asesmen tersebut, pihak sekolah dapat memetakan kecenderungan kemampuan masing-masing siswa.

“Melalui DNA Talent, kami bisa mengetahui kelebihan anak. Ada yang unggul di komunikasi dan berbicara, sehingga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan public speaking,” kata Norani, Rabu 28 Januari 2026.

Sebagai tindak lanjut, SR 49 Sumenep menghadirkan berbagai program pendukung, salah satunya English Speaking Club untuk mengasah kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri siswa. Program ini dirancang bagi siswa yang memiliki minat kuat di bidang konseling dan komunikasi.

Selain itu, sekolah juga memfasilitasi siswa yang memiliki bakat di bidang seni. Untuk seni musik, SR 49 Sumenep menghadirkan pelatih khusus serta menyediakan alat musik seperti hadrah dan perangkat musik tradisional. Ke depan, sekolah juga berencana mengembangkan program musik elektun sesuai minat siswa.

Di bidang seni tari, pihak sekolah telah menghadirkan pelatih tari profesional lengkap dengan latihan rutin dan kostum pendukung, sehingga siswa dapat mengekspresikan bakatnya secara optimal.

“Anak-anak diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, namun tetap seimbang dengan pembelajaran akademik,” ujarnya.

Pada semester ini, SR 49 Sumenep juga memfokuskan pembelajaran pada pengembangan kecerdasan naturalis. Sejumlah program berbasis lingkungan mulai dijalankan, seperti kegiatan berkebun, pertanian, dan budidaya hewan ternak.

Program tersebut diintegrasikan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tema 2 (tanpa kelaparan), 4 (pendidikan berkualitas), 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), serta 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

Melalui program ketahanan pangan sekolah, siswa diajarkan praktik langsung bercocok tanam dan beternak sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” ucap Norani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....