Permintaan Cincau di Sumenep Melonjak Tajam Hingga Seratus Kaleng Perhari
- 26 Feb 2026 12:38 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Produksi cincau di Desa Paberasan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami peningkatan permintaan yang sangat signifikan selama bulan Ramadhan. Rumah produksi milik Ibu Hosni (62) mampu menjual lebih dari 100 kaleng ukuran 20 liter dalam sehari.
Lonjakan ini berbanding terbalik dengan hari biasa yang rata-rata hanya laku terjual sekitar lima hingga sepuluh kaleng saja. Fenomena tersebut dipicu oleh tingginya kebutuhan warga akan bahan campuran minuman segar untuk berbuka puasa.
Peningkatan volume pesanan yang datang secara terus-menerus membuat aktivitas produksi di tempat ini berlangsung hampir tanpa henti sejak pagi hari.
“Kalau sudah masuk puasa, pesanan datang terus dan kadang sebelum siang sudah banyak yang ambil,” katanya, Kamis 26 Februari 2026.
Meski permintaan pasar melambung tinggi, Hosni memilih untuk tidak menaikkan harga jual demi menjaga loyalitas para pelanggannya. Cincau tersebut tetap dipatok seharga Rp 5 ribu per potong atau kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu untuk pembelian per kaleng.
Keputusan mempertahankan harga ini diambil secara sadar agar tidak memberatkan konsumen di tengah meningkatnya biaya operasional produksi.
“Takut pembeli keberatan, nanti tidak kembali lagi, jadi saya memilih menjaga kualitas dan harga tetap stabil,” ujarnya.
Guna memenuhi target produksi harian yang melonjak, Hosni terpaksa menambah jumlah tenaga kerja dari satu orang menjadi tiga orang. Usaha keluarga yang kini memasuki generasi ketiga tersebut tetap menjadi salah satu produsen cincau tertua di wilayah Sumenep.
Momentum Ramadhan ini diperkirakan akan terus memberikan dampak positif terhadap omzet usaha hingga akhir bulan suci mendatang. Keuntungan harian yang didapat bahkan diprediksi mampu menembus angka di atas Rp 5,5 juta per hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....