Pedagang Takjil di Kabupaten Sumenep Keluhkan Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok
- 23 Feb 2026 10:33 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Sejumlah pedagang takjil di Kabupaten Sumenep mulai mengeluhkan lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan. Kondisi ini memaksa para pelaku usaha kuliner kecil untuk memutar otak agar tetap bisa meraih keuntungan di tengah mahalnya bahan baku.
Ima, salah seorang pedagang takjil, mengakui bahwa kenaikan harga daging ayam potong saat ini terasa sangat fantastis. Selain ayam, komoditas cabai merah besar juga melonjak hingga Rp 50 ribu per kilogram, sementara cabai rawit bertahan di kisaran Rp 100 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga sejumlah komoditas memaksa saya untuk menyesuaikan harga masakan yang dijual kepada pelanggan,” katanya saat ditemui di sela aktivitas berdagang, Senin 23 Februari 2026.
Langkah penyesuaian harga tersebut terpaksa diambil agar operasional usaha harian tetap berjalan di tengah fluktuasi pasar.
Untuk satu porsi ayam bakar ukuran seperempat, kini Ima mematok harga sebesar Rp 25 ribu sesuai dengan modal produksi yang dikeluarkan. Kenaikan harga bahan pangan ini diakuinya cukup memberatkan bagi pedagang yang mengandalkan omzet harian dari menu buka puasa.
"Naiknya harga bahan baku di pasar sangat berdampak pada margin keuntungan yang kami peroleh setiap harinya," ujarnya.
| Baca juga: Ramadhan Berbagi, Pajak Kendaraan Tetap |
Ima berharap harga pangan segera stabil agar daya beli masyarakat tidak menurun selama Ramadhan.
Situasi pasar di Sumenep saat ini menunjukkan tren peningkatan harga pada hampir seluruh bumbu dapur dan protein hewani. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pedagang takjil yang tetap ingin menyajikan hidangan berkualitas dengan harga terjangkau.
Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan operasi pasar guna menekan laju kenaikan harga kebutuhan pokok yang kian meresahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....