Menanam Cahaya Ramadan di Hati Siswa SDN Paberasan I
- 05 Mar 2026 10:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Suasana religius menyelimuti halaman SDN Paberasan I, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, sejak awal Ramadan. Lantunan ayat suci terdengar bersahutan dari ruang-ruang kelas, menghadirkan ketenangan yang berbeda dari hari-hari biasa. Di sekolah inilah Pesantren Kilat atau Pondok Ramadan digelar, sebuah ruang belajar yang tidak hanya mengasah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa dan kepedulian.
Program yang berlangsung selama tiga hari itu resmi ditutup pada Rabu, 4 Maret, dalam suasana khidmat sekaligus hangat. Sejak hari pertama, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias. Tadarus Al-Qur’an, salat duha, hingga pendalaman materi keislaman dijalani dengan penuh semangat. Bukan sekadar teori, mereka juga diajak mempraktikkan nilai-nilai ibadah dalam keseharian.
Di sela kegiatan, senyum dan canda tetap mengalir. Namun, ketika ayat-ayat suci dibacakan, wajah-wajah kecil itu berubah khusyuk. Ramadan seakan menjadi guru yang lembut, mengajarkan kesabaran, kedisiplinan, sekaligus makna kebersamaan.
Salah seorang guru pendamping, Salimurahman, Kamis 5 maret 2025, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan tahun ini. “Kami ingin menanamkan kebiasaan berbuat baik sejak dini. Harapannya, ketika mereka dewasa, nilai-nilai kebaikan itu sudah menjadi bagian dari diri mereka,” ujarnya.
Puncak kegiatan menghadirkan momen yang menyentuh. Selain kegiatan pagi, sore harinya mereka kembali ke sekolah. Acara diawali dengan salat Asar berjemaah, kemudian diisi dengan kultum. Santunan kepada anak yatim digelar sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Suasana haru terasa ketika para siswa menyaksikan langsung arti berbagi, bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang menerima, tetapi juga memberi.
Para siswa dan guru juga turun ke tepi Jalan Raya Sumenep–Gapura, Desa Paberasan. Dengan wajah ceria, mereka membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas.
“Setelah itu, kami menggelar buka bersama. Untuk semakin mempererat hubungan antara guru dengan siswa,” katanya.
Bagi SDN Paberasan I, Ramadan bukan sekadar agenda tahunan. Ramadan adalah proses menanam benih-benih karakter keimanan, empati, dan kebersamaan. Benih yang diharapkan kelak tumbuh menjadi pohon kebaikan, menaungi masa depan para siswa dengan akhlak mulia dan kepedulian terhadap sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....