Pemkab Sumenep Perketat Pengawasan Pangan Selama Ramadan 1447 H

  • 21 Feb 2026 16:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep meningkatkan langkah mitigasi terhadap potensi peredaran makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kesehatan di tengah masyarakat.

Upaya ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas penjualan dan pembagian takjil saat waktu berbuka puasa, baik oleh pedagang maupun komunitas yang berbagi secara cuma-cuma.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pentingnya pengawasan agar pangan yang beredar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat.

“Takjil yang dijual maupun dibagikan gratis harus tetap dalam pengawasan, supaya tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya, Sabtu 21 Februari 2026.

Untuk memastikan hal tersebut, Bupati meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) melakukan pengawasan menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep.

Ia juga menginstruksikan agar pengawasan tersebut disertai sosialisasi melalui seluruh Puskesmas, sehingga informasi terkait standar keamanan pangan dapat tersampaikan langsung kepada masyarakat.

“Kami minta Dinkes P2KB menggerakkan seluruh Puskesmas agar turut melakukan edukasi sekaligus pengawasan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menyatakan pihaknya secara konsisten melakukan pemantauan keamanan pangan, baik terhadap makanan yang diperjualbelikan maupun yang dibagikan oleh komunitas selama Ramadan.

Menurutnya, Dinkes P2KB telah memiliki Tim Keamanan Pangan yang bertugas melakukan pengawasan secara berkala di berbagai titik di Kabupaten Sumenep.

“Kami memiliki tim khusus yang dilengkapi sanitarian kit untuk memeriksa kualitas udara, air, hingga bahan pangan. Tim ini bekerja rutin, tidak hanya saat Ramadan,” ujarnya.

Pengawasan tersebut merupakan bagian dari program pemantauan makanan agar seluruh pangan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan sesuai standar kesehatan. Dinkes P2KB juga akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat.

Salah satu langkah edukasi yang selama ini dijalankan yakni penyebaran stiker imbauan di fasilitas umum, Puskesmas, dan sekolah-sekolah sebagai pengingat pentingnya keamanan pangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih selektif dan memastikan makanan yang dikonsumsi memenuhi standar kesehatan,” katanya.

Melalui langkah ini, Pemkab Sumenep berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman tanpa terganggu persoalan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak layak.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....