Merah Putih Kobarkan Semangat Swasembada Garam Nasional

  • 04 Agt 2026 15:55 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.,ID, Sumenep - Hamparan tambak garam di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, menghadirkan pemandangan yang mencuri perhatian para pengguna jalan nasional Sumenep–Surabaya. Di tepi tambak, berkibar bendera Merah Putih berukuran sekitar 6 x 4 meter yang berdampingan dengan bendera PT Garam. Kehadirannya seolah mengajak setiap orang yang melintas untuk menumbuhkan kembali rasa bangga terhadap Indonesia sekaligus semangat membangun kemandirian bangsa.

Bendera raksasa yang berdiri kokoh di kawasan tambak itu menjadi simbol peringatan Bulan Kemerdekaan sekaligus harapan besar bagi kebangkitan sektor pergaraman nasional. Di tengah bentangan tambak yang luas, kibaran Merah Putih memberi pesan bahwa garam bukan sekadar komoditas, melainkan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan industri dalam negeri.

Corporate Secretary PT Garam, Indra Kurniawan, Selasa 4 Agustus 2026, mengatakan bahwa pengibaran bendera raksasa di kawasan tambak garam Kecamatan Saronggi yang memiliki luas sekitar 1.156,6 hektare merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membangkitkan semangat swasembada garam nasional. Momentum Hari Kemerdekaan, menurutnya, menjadi pengingat pentingnya membangun kemandirian bangsa melalui sektor strategis.

“Bulan kemerdekaan bagi PT Garam berarti kita juga harus bangkit untuk mewujudkan swasembada garam secara nasional,” ujar Indra.

Pada musim garam 2026, PT Garam menargetkan produksi mencapai 370.000 ton. Target tersebut diharapkan dapat dipenuhi dari sejumlah lahan pegaraman yang dikelola perusahaan, terutama yang berada di Pulau Madura sebagai sentra produksi garam nasional.

Indra optimistis target tersebut dapat tercapai. Menurutnya, dukungan musim kemarau yang semakin membaik menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas tambak. Kondisi cuaca yang mendukung diharapkan mampu menghasilkan produksi garam yang lebih optimal dibandingkan sebelumnya.

Produksi garam sendiri telah dimulai sejak Juli 2026. Meski hasil panen pada awal musim belum maksimal, produksi secara bertahap mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sejalan dengan semangat kemerdekaan yang berkibar di atas tambak, PT Garam berharap langkah tersebut menjadi penyemangat untuk mewujudkan swasembada garam nasional sekaligus memperkuat kedaulatan Indonesia dari sektor maritim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....