SKK Migas Jabanusa Dorong Literasi Energi di Kampus
- 03 Nov 2025 22:07 WIB
- Sumenep
KBRN, Surabaya: Di balik rak-rak buku dan layar digital Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tersimpan semangat besar untuk membangun kesadaran energi nasional. Perpustakaan ini menjadi pusat perhatian sejumlah jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Sumenep, Madura, dalam agenda media visit ke Migas Corner ITS bersama SKK Migas Jabanusa, Senin (3/11/2025).
Namun, bukan sekadar kunjungan biasa. Para jurnalis diajak menelusuri bagaimana perpustakaan bertransformasi dari ruang baca tradisional menjadi pusat interaksi dan riset energi. Di sinilah, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesadaran energi dipadukan dalam satu ruang kolaboratif.
"Perpustakaan adalah jantung universitas. Di sini bukan hanya buku yang bicara, tapi gagasan yang tumbuh dan berjejaring," kata perwakilan Rektor ITS, Dr. Ir. Machsus, yang mendampingi rombongan media.
Menurutnya, penguasaan literasi menjadi fondasi bagi pengembangan sektor energi berkelanjutan di Indonesia. Baca Juga: SKK Latih Peternak Giligenting
"Semua inovasi di bidang energi berawal dari pengetahuan. Karena itu, literasi harus diperkuat agar mahasiswa dan masyarakat memahami arah riset energi nasional," tuturnya.
Perpustakaan ITS sekarang bukan hanya tempat membaca, tetapi juga laboratorium gagasan. Koleksi literatur migas, energi terbarukan, dan rekayasa lingkungan disusun secara tematik, mendukung riset lintas disiplin. Fasilitas digital interaktif juga tersedia, mulai dari basis data penelitian migas global hingga video pembelajaran dan sistem katalog terbuka.
Menariknya, ruang ini juga menjadi titik awal lahirnya konsep Migas Corner, yang kemudian dikembangkan ITS bersama SKK Migas Jabanusa menjadi pusat edukasi energi terintegrasi.
Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menilai perpustakaan ITS berperan penting dalam memperkuat literasi energi, terutama di kalangan akademisi.
"Perpustakaan seperti ini adalah ruang pertemuan antara ilmu dan praktik. Kami ingin mahasiswa dan jurnalis memahami proses hulu migas bukan hanya di lapangan, tetapi juga melalui basis pengetahuan yang kuat," ujar Anggono.
Menurut Anggono, kolaborasi SKK Migas dan ITS bukan sekadar membangun fasilitas, tetapi juga menanamkan kesadaran energi sejak dini.
"Literasi adalah pintu pertama menuju kemandirian energi. Dari perpustakaan inilah kesadaran itu bisa ditanamkan," tegasnya.
Para jurnalis yang hadir juga merasakan langsung atmosfer akademik yang terbuka dan kolaboratif. Mereka diajak berkeliling ke berbagai sudut perpustakaan, dari ruang koleksi riset hingg area multimedia.
Dari ruang perpustakaan itu, SKK Migas Jabanusa bersama ITS menegaskan kembali komitmennya, memperkuat literasi energi sebagai langkah menuju kemandirian bangsa. Sebab, seperti halnya pengetahuan, energi yang berkelanjutan hanya bisa tumbuh dari kesadaran dan kolaborasi yang kuat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....