Tapai Ketan Tetap Eksis, Kuliner Fermentasi Tradisional Warisan Nusantara

  • 12 Mei 2026 09:41 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Tapai Ketan masih menjadi salah satu kuliner tradisional yang digemari masyarakat di tengah maraknya makanan modern.

Makanan berbahan dasar beras ketan yang difermentasi menggunakan ragi ini dikenal memiliki rasa manis, sedikit asam, serta aroma khas hasil proses fermentasi alami.

Sejumlah budayawan kuliner menyebut tapai ketan telah dikenal masyarakat Nusantara sejak ratusan tahun lalu.

Proses fermentasi digunakan masyarakat zaman dahulu sebagai cara mengawetkan makanan sebelum teknologi pendingin berkembang seperti sekarang.

Di berbagai daerah Indonesia, tapai ketan memiliki ciri khas tersendiri. Di tempat wisata, tapai ketan menjadi oleh-oleh khas yang banyak diburu wisatawan. Sementara makanan ini kerap hadir dalam acara adat dan pertemuan keluarga.

“Di Sumenep kuliner ini masih ada cuman tidak seperti dulu namun tetap eksis kok.” ujar Abdurahman warga Sumenep Selasa, 12 Mei 2026.

Proses pembuatan tapai ketan masih dilakukan secara tradisional. Beras ketan yang telah dimasak didinginkan terlebih dahulu sebelum ditaburi ragi.

Setelah itu, ketan disimpan dalam wadah tertutup selama dua hingga tiga hari hingga proses fermentasi menghasilkan rasa manis alami.

Selain dikonsumsi langsung, tapai ketan kini mulai diolah menjadi berbagai produk modern seperti bolu, es krim, hingga minuman kekinian. Inovasi tersebut dinilai mampu menjaga eksistensi makanan tradisional agar tetap diminati generasi muda.

Pelaku usaha kuliner tradisional berharap tapai ketan terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Mereka menilai makanan tradisional tidak hanya memiliki nilai rasa, tetapi juga menyimpan sejarah panjang perkembangan kuliner Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....