meski Kian Langka, Nasi Jagung Masih Nikmat

  • 08 Apr 2026 10:05 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat, nasi jagung perlahan mulai tersisih dari meja makan sehari-hari. Makanan tradisional yang dahulu menjadi andalan masyarakat pedesaan ini kini semakin jarang ditemui, terutama di kalangan generasi muda. Meski demikian, cita rasa khas dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap menjadikan nasi jagung sebagai hidangan yang istimewa.

Nasi jagung terbuat dari campuran beras dan jagung yang telah dikeringkan dan ditumbuk. Teksturnya yang sedikit kasar berpadu dengan rasa gurih alami memberikan sensasi berbeda dibandingkan nasi putih biasa. Biasanya, nasi jagung disajikan bersama lauk sederhana seperti ikan asin, urap sayur, sambal, hingga tempe goreng, menciptakan perpaduan rasa yang kaya dan menggugah selera.

Salah satu penikmat nasi jagung, Abdus Salam (50), mengaku masih rutin mengonsumsi makanan tersebut karena sudah terbiasa sejak kecil.

“Dari dulu saya sudah makan nasi jagung, rasanya beda dan lebih nikmat. Ada sensasi khas yang tidak bisa digantikan nasi putih,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.

Dahulu, nasi jagung menjadi pilihan utama masyarakat, terutama di daerah yang sulit mendapatkan beras. Selain lebih terjangkau, jagung juga mudah ditanam dan tahan terhadap kondisi cuaca tertentu. Namun kini, dengan semakin mudahnya akses terhadap beras, nasi jagung mulai ditinggalkan dan hanya disajikan pada acara tertentu atau di warung tradisional.

Selain itu, nasi jagung juga memiliki nilai gizi yang tak kalah dengan nasi putih. Kandungan seratnya lebih tinggi, sehingga baik untuk pencernaan dan dapat menjadi alternatif makanan sehat bagi masyarakat.

Pelestarian nasi jagung bukan sekadar menjaga keberadaan sebuah makanan, tetapi juga merawat warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan mengenalkan kembali nasi jagung kepada generasi muda, diharapkan kuliner tradisional ini tidak hilang ditelan zaman.

Meski kini keberadaannya semakin jarang, satu hal yang pasti: nasi jagung tetap memiliki tempat tersendiri di hati para penikmatnya. Rasanya yang sederhana namun khas menjadi pengingat akan kearifan lokal dan kekayaan kuliner Nusantara yang patut dijaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....