Kenapa Makanan Asia Identik dengan "Suara"? Begini Penjelasannya

  • 02 Apr 2026 19:31 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pernahkah Anda menyadari makanan Asia sering terdengar berisik saat dimakan. Dari suara seruput mi hingga kriuk gorengan, semuanya terdengar jelas. Ternyata, hal ini bukan kebetulan, tetapi bagian dari budaya makan Asia.

Menurut laman Tatler Asia, di banyak negara Asia, menyeruput mi bukan dianggap tidak sopan. Justru, suara seruput menunjukkan makanan dinikmati dengan baik. Selain itu, menyeruput juga membantu mendinginkan mi yang masih panas.

Suara saat makan juga berkaitan dengan tekstur makanan Asia. Banyak makanan Asia dirancang memiliki tekstur renyah, kenyal, atau berkuah. Suara menjadi bagian dari pengalaman menikmati makanan tersebut.

Berbeda dengan budaya Barat yang menekankan makan dengan tenang. Budaya makan di Asia justru lebih ekspresif dan ramai. Makan bersama keluarga atau teman menjadi momen sosial yang hidup.

Selain itu, suara makanan bisa meningkatkan pengalaman sensorik. Tidak hanya rasa dan aroma, tetapi juga suara makanan. Otak manusia ternyata merespons suara makanan sebagai bagian dari kenikmatan makan.

Fenomena ini juga terlihat dari popularitas mukbang di Asia. Banyak orang menikmati suara makanan saat menonton orang lain makan. Suara tersebut bisa memberikan rasa nyaman dan kebersamaan.

Dalam beberapa budaya, suara makan bahkan dianggap sebagai pujian kepada koki. Artinya makanan tersebut enak dan dinikmati. Hal ini menunjukkan perbedaan etika makan antarbudaya.

Namun, setiap negara Asia tetap memiliki aturan makan berbeda. Ada makanan yang boleh diseruput, ada yang harus dimakan dengan tenang. Etika makan tetap bergantung pada jenis makanan dan budaya setempat.

Makanan Asia tidak hanya soal rasa; pengalaman makan juga melibatkan suara, tekstur, dan kebersamaan. Itulah sebabnya makanan Asia sering terdengar lebih “hidup” saat dinikmati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....