Jamu Tradisional Kian Diminati Masyarakat

  • 06 Feb 2026 15:39 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep: Penjual jamu tradisional tampak mengayuh sepedanya perlahan menyusuri jalan kampung. Di bagian belakang sepeda terpasang rak kayu yang membawa beberapa botol plastik berisi jamu, seperti kunyit asam, beras kencur, dan temulawak. Botol-botol tersebut tersusun rapi dan tertutup rapat agar tetap bersih dan segar.

Penjual jamu biasanya mengenakan pakaian sederhana serta caping atau topi untuk melindungi diri dari terik matahari. Setiap kali berhenti, ia menuangkan jamu ke dalam gelas sambil menawarkan dagangannya kepada warga dengan suara khas yang sudah dikenal masyarakat. Sepeda bukan hanya alat transportasi, tetapi juga menjadi sarana utama untuk mencari nafkah dan menjaga tradisi jamu tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Jamu tradisional kembali menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjaga kesehatan. Minuman herbal warisan leluhur ini kian diminati seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat dan penggunaan bahan-bahan alami.

“Sekarang jamu tidak lagi identik dengan rasa pahit. Banyak pelaku usaha yang mengolahnya dengan rasa lebih segar,” ujar Mariyem, penjual jamu di Pasar Bangkal Sumenep, Jumat, 6 Pebruari 2026.

Selain dipercaya mampu meningkatkan daya tahan tubuh, jamu juga dinilai lebih aman karena menggunakan bahan alami tanpa pengawet kimia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi masyarakat perkotaan yang mulai beralih ke produk kesehatan berbasis herbal.

Dengan tren hidup sehat yang terus berkembang, jamu tradisional dapat terus diminati dan menjadi salah satu produk unggulan kearifan lokal Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....