Kue Sarang Semut salah satu kue tradisional

  • 24 Jan 2026 16:02 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Kue sarang semut masih menjadi salah satu kue tradisional yang tetap eksis di Kabupaten Sumenep, Madura. Kue bercita rasa manis legit dengan tekstur berongga menyerupai sarang semut ini kerap disajikan dalam berbagai acara keluarga, hajatan, hingga perayaan hari besar keagamaan.

Di wilayah Kalianget, Sumenep, kue sarang semut menjadi salah satu hidangan yang masih sering dibuat secara mandiri oleh warga. Proses pembuatannya mengandalkan bahan-bahan sederhana dengan teknik tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu warga Kalianget, Siti, mengatakan bahwa pembuatan kue sarang semut dimulai dengan mengolah gula pasir menjadi karamel. Gula dipanaskan dengan api kecil hingga mencair dan berubah warna menjadi cokelat tua, kemudian disiram air panas secara perlahan hingga larut sempurna.

“Membuat karamelnya harus hati-hati dan tidak boleh tergesa-gesa. Kalau sampai gosong, rasanya bisa pahit,” ujar Siti saat ditemui di Kalianget.

Setelah karamel siap, adonan dilanjutkan dengan mencampurkan telur ayam, mentega cair, serta susu kental manis. Selanjutnya, tepung terigu, baking soda, dan vanili dimasukkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga adonan tercampur rata.

Menurut Siti, kunci keberhasilan kue sarang semut terletak pada tekstur adonan yang pas.

“Adonannya jangan terlalu kental dan jangan terlalu cair. Kalau pas, nanti waktu dipanggang atau dikukus, sarangnya akan terbentuk sendiri,” jelasnya.

Ciri khas kue sarang semut versi Sumenep juga terlihat dari proses pematangannya yang dilakukan secara perlahan. Banyak warga Kalianget masih memilih metode kukus atau panggang dengan api kecil agar kue matang merata dan tidak bantat.

Setelah matang, kue dibiarkan dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan. Tekstur berongga dan aroma karamel yang khas menjadi ciri utama kue sarang semut buatan rumahan.

Siti menambahkan bahwa kue sarang semut bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat setempat karena resepnya diwariskan dari generasi ke generasi.

“Dari dulu orang tua saya sudah sering membuat kue ini. Sampai sekarang masih kami pertahankan, terutama kalau ada acara keluarga,” katanya.

Dengan tetap menjaga cara pembuatan tradisional, kue sarang semut versi Sumenep diharapkan terus lestari sebagai bagian dari kekayaan kuliner Madura yang patut dibanggakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....