Mengapa Masih Banyak Masyarakat Enggan Imunisasi?
- 03 Okt 2026 04:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Imunisasi merupakan salah satu upaya penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Meski manfaatnya telah banyak diketahui, masih ada sebagian masyarakat yang belum memberikan imunisasi secara lengkap kepada anak.
Keengganan tersebut tidak selalu berarti masyarakat menolak imunisasi. Sebagian orang tua masih memiliki kekhawatiran mengenai keamanan vaksin, efek samping, maupun kondisi anak setelah mendapatkan imunisasi.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut keraguan terhadap vaksin dapat dipengaruhi oleh kepercayaan terhadap vaksin, anggapan bahwa vaksin tidak diperlukan, serta kemudahan memperoleh layanan imunisasi. Faktor-faktor tersebut dikenal sebagai bagian dari persoalan vaccine hesitancy.
Informasi yang keliru juga dapat memperkuat keraguan masyarakat. Berbagai klaim mengenai vaksin dapat beredar melalui media sosial, grup percakapan, maupun informasi dari orang terdekat tanpa disertai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kekhawatiran terhadap efek samping menjadi alasan lain yang sering muncul. Setelah imunisasi, sebagian anak dapat mengalami reaksi ringan seperti demam atau nyeri pada lokasi suntikan. Karena itu, orang tua membutuhkan penjelasan dari tenaga kesehatan mengenai reaksi yang mungkin terjadi setelah imunisasi.
Selain faktor informasi, persoalan akses juga perlu diperhatikan. Jarak menuju fasilitas kesehatan, kesibukan orang tua, jadwal pelayanan, serta kurangnya informasi mengenai waktu imunisasi dapat menjadi hambatan bagi keluarga.
Dukungan keluarga dan lingkungan juga memiliki peran dalam keputusan imunisasi. Ketika orang tua mendapatkan informasi yang benar dan memperoleh dukungan dari keluarga serta tenaga kesehatan, mereka memiliki lebih banyak dasar untuk mempertimbangkan imunisasi bagi anak.
Karena itu, meningkatkan cakupan imunisasi tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Edukasi yang mudah dipahami, komunikasi terbuka, pelayanan yang mudah dijangkau, serta penanganan informasi keliru perlu berjalan bersama.
Orang tua yang memiliki keraguan sebaiknya tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Pertanyaan mengenai jenis vaksin, jadwal, manfaat, kontraindikasi, dan kemungkinan efek samping dapat dikonsultasikan kepada dokter, bidan, atau petugas imunisasi.
Imunisasi pada akhirnya bukan hanya persoalan memberikan vaksin kepada anak. Ini merupakan bagian dari upaya perlindungan kesehatan anak dan masyarakat, sehingga keputusan imunisasi perlu didasarkan pada informasi kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....