Jangan Asal Minum Jus! Ini Cara Tepat agar Khasiatnya Lebih Maksimal
- 30 Jul 2026 14:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Jus buah menjadi minuman yang banyak digemari karena rasanya segar dan kaya nutrisi. Selain praktis dikonsumsi, jus dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Buah yang diolah menjadi jus mengandung vitamin C, vitamin A, kalium, folat serta antioksidan. Beragam nutrisi tersebut berperan menjaga daya tahan tubuh, melindungi sel dari radikal bebas dan mendukung kesehatan jantung serta kulit. Karena itu, buah tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat.
Jus juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama yang berasal dari buah berkadar air tinggi seperti semangka, melon dan jeruk. Bagi lansia atau orang yang sedang menjalani masa pemulihan, jus dapat menjadi alternatif untuk memperoleh nutrisi ketika mengonsumsi buah utuh terasa lebih sulit.
Meski demikian, proses pengolahan perlu diperhatikan. Penyaringan ampas atau penggunaan juicer dapat mengurangi kandungan serat yang berperan menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kadar gula darah, dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena itu, mengonsumsi buah utuh atau mengolahnya dengan blender lebih dianjurkan agar serat tetap terjaga.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan gula dalam jus. Gula alami buah lebih cepat diserap tubuh saat dikonsumsi dalam bentuk jus dibandingkan buah utuh. Penambahan gula, sirup atau pemanis lainnya juga dapat meningkatkan asupan kalori sehingga sebaiknya dihindari.
Agar manfaat jus lebih maksimal, gunakan buah segar tanpa tambahan pemanis dan batasi porsinya. Menambahkan sayuran, seperti bayam, mentimun atau seledri, dapat meningkatkan kandungan gizi sekaligus menyeimbangkan rasa. Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol kadar gula darah, konsumsi jus sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi buah utuh memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan jus karena kandungan seratnya tetap utuh. Studi dalam The BMJ (Muraki dkk., 2013) menemukan konsumsi buah utuh berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, sedangkan konsumsi jus buah yang berlebihan justru dikaitkan dengan peningkatan risiko. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dietary Guidelines for Americans 2020–2025 juga menganjurkan agar buah utuh menjadi pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan buah setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....