Tahapan Atasi Trauma pada Anak Korban Bullying agar Tidak Berkepanjangan

  • 25 Apr 2026 09:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Penanganan trauma pada anak korban bullying perlu dilakukan secara bertahap agar tidak berkembang menjadi masalah jangka panjang. Intervensi sejak dini menjadi kunci utama mencegah dampak yang lebih berat, sebab trauma yang tidak ditangani berisiko berkembang menjadi gangguan seperti Post-Traumatic Stress Disorder. Yakni kondisi dimana anak mengalami kecemasan berlebih, ketakutan dan perubahan perilaku yang signifikan.

Dr. Zamzami Sabiq Hamid, M.Psi., Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sumenep, menyampaikan beberapa tahapan atasi trauma pada anak korban bullying agar tidak berkepanjanagan. Saat di program Indonesia Sehat RRI, Jumat, 24 April 2026, Ia menjelaskan bahwa tahap pertama mengatasinya adalah dengan memvalidasi emosi anak, artinya mendengarkan tanpa menghakimi membantu anak merasa dihargai dan tidak sendirian menghadapi pengalaman buruknya.

“Bangun komunikasi yang terbuka dengan anak, menjadi langkah kedua yang bisa dilakukan orang tua. Hindari menginterogasi anak, karena anak tambah tertekan jika di interogasi,” terangnya.

Ditambahkan Zamzami, yang ketiga, ajarkan anak untuk mengatasi perasaan yang tidak menyenakkan. Misalnya ajak anak menuliskan perasaannya, sehingga apa yang ada dalam perasaan yang susah diucapkan bisa tertuangkan dalam tulisan (terapi jurnaling).

Keempat, lakukan support system. Buat keyakinan pada anak bahwa keberadaan orang tua sangat mendukungnya. Ketika dibuat keyakinan bahwa ada support system dari lingkungan sekitar, anak akan memunculkan kepercayaan dirinya.

“Yang kelima, mulai kolaborasi dengan pihak sekolah. Ini penting untuk bisa kita komunikasi, bahkan sekarang kalau di Sumenep itu kan sudah banyak beberapa lembaga sekolah ramah anak. Ini akan menjadi penguat ketika sekolah ramah anak itu bukan berarti sekolah yang tidak ada bullying, tapi sekolah yang responnya cepat ketika ada hal-hal seperti ini terjadi,” imbuhnya.

Jika trauma yang dialami anak sudah berlebih (trauma berat), menurut Zamzami, langkah terakhir adalah rujuk anak kepada pendamping profesional atau ahli yang bisa mengatasi kondisi traumatik yang ada pada diri anak. Psikolog atau Psikiater, menjadi solusi pendamping pemulihan psikologis anak secara baik.

Peran sekolah juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Lingkungan yang aman dan bebas bullying akan mempercepat pemulihan kondisi psikologis anak. Orang tua perlu memperhatikan perubahan perilaku anak dan memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, sebab trauma tidak bisa dihilangkan secara instan, dengan penanganan tepat dan dukungan lingkungan, anak memiliki peluang besar untuk pulih dan tumbuh secara sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....