Pola Hidup Tak Sehat Picu Diabetes Tipe 2 pada Remaja

  • 19 Apr 2026 05:12 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pola hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicu utama meningkatnya kasus diabetes pada remaja. Perubahan kebiasaan sehari-hari tanpa disadari mendorong risiko gangguan metabolisme sejak usia muda. Konsumsi makanan tinggi gula menjadi faktor dominan yang sulit dihindari. Minuman kemasan, jajanan manis serta makanan cepat saji kerap menjadi pilihan praktis bagi remaja dalam aktivitas harian.

Menurut Dosen Ilmu Kesehatan Universitas Wiraraja Sumenep Patima dalam dialog Indonesia Sehat Jumat 19 April 2026, kurangnya aktivitas fisik juga memperparah kondisi tersebut. Banyak remaja menghabiskan waktu dengan gawai, bermain gim atau menonton tanpa diimbangi olahraga yang cukup. Kebiasaan begadang turut memengaruhi keseimbangan hormon tubuh. "Pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan risiko resistensi insulin" ucapnya.

Selain itu, konsumsi makanan tinggi lemak dan rendah serat memperburuk kesehatan tubuh. Asupan yang tidak seimbang membuat tubuh kesulitan mengontrol kadar gula darah secara optimal. Stres yang tidak dikelola dengan baik juga menjadi faktor pendukung. Tekanan akademik maupun sosial dapat memicu pola makan berlebih serta kebiasaan tidak sehat lainnya.

Kondisi tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya kasus Diabetes Tipe 2 pada usia muda. Oleh karena itu, perubahan pola hidup menjadi langkah penting untuk menekan risiko diabetes sejak dini.

Diabetes Tipe 1 terjadi karena sistem imun menyerang sel pankreas yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh hampir tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali. Kondisi ini biasanya muncul sejak anak-anak atau remaja dan tidak berkaitan dengan gaya hidup. Penderitanya harus menggunakan insulin seumur hidup.

Sementara itu, Diabetes Tipe 2 terjadi karena tubuh masih memproduksi insulin, tetapi tidak bekerja efektif atau disebut resistensi insulin. Jenis ini sangat erat kaitannya dengan pola hidup seperti konsumsi gula berlebih, kurang olahraga, dan obesitas. Tipe ini dulu banyak terjadi pada orang dewasa, namun kini semakin sering ditemukan pada remaja.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....