Mengungkap Penyebab Terjadinya Penyakit Cikungunya di Masyarakat

  • 06 Feb 2026 19:03 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Penyakit cikungunya terjadi melalui gigitan nyamuk dan disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam mendadak disertai nyeri sendi yang hebat. Gejala lainnya adalah kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan munculnya ruam di kulit.

 

Khotimah, Tenaga Kesehatan dan Sekretaris Lembaga PIKER Fatayat NU Sumenep, menjelaskan penyakit cikungunya saat ini sudah banyak terjadi di lingkungan masyarakat terutama di Kecamatan Guluk-Guluk. Penyebab utama penyakit ini adalah virus melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang menggigit orang yang sehat. Gejala umum adalah badan terasa linu-linu, nyeri dan umumnya berlangsung selama 10 hari.

Menurut Khotimah, penyakit cikungunya ini jarang sekali menyebabkan kematian. Kecuali jika penderita mempunyai penyakit penyerta lainnya. Penyakit cikungunya biasanya akan sembuh dengan sendirinya dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat. Memperbanyak cairan yang masuk ke tubuh kita, jangan sampai dehidrasi.

Jika mendapati gejala-gejala penyakit cikungunya, Khotimah menyarankan masyarakat untuk melakukan perawatan dasar di rumah seperti istirahat total dan minum obat. Namun jika demamnya tidak turun, sebaiknya segera dibawa ke Puskesmas atau ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan seperti pemberian antibiotik dan pemeriksaan darah.

Seperti diketahui bahwa nyamuk aedes aegypti sangat menyukai lingkungan bersih yang lembab. Untuk itu, Khotimah mengingatkan masyarakat agar terus menggencarkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang efektif mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD dan Cikungunya di setiap rumah. Melalui Gerakan 3 M Plus yakni  Menguras tempat penampungan air, Menutup rapat tempat penyimpanan air, dan Mendaur ulang atau mengubur barang bekas. Sementara "Plus" meliputi tindakan pencegahan gigitan nyamuk seperti menggunakan obat atau losion anti nyamuk, menggunakan bubuk abate di kamar mandi, kelambu, dan menanam tanaman pengusir nyamuk. 

Khotimah mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Karena pencegahan pertama berawal dari diri sendiri. Dan para Ibu mempunyai peran penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan di lingkungan rumah dengan melibatkan seluruh anggota keluarga.

 

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....