Pembelajaran Mendalam, Cara Baru Menciptakan Siswa Aktif dan Kreatif
- 21 Mei 2026 10:31 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pendekatan pembelajaran mendalam mulai menghadirkan suasana belajar yang lebih aktif melalui berbagai praktik langsung di lingkungan sekolah. Siswa tidak lagi hanya mendengarkan penjelasan guru di dalam kelas, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan yang melatih kemampuan berpikir, bekerja sama, dan memecahkan masalah.
Metode pembelajaran dilakukan melalui praktik sederhana sesuai materi pelajaran. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia misalnya, siswa diajak melakukan percobaan untuk memahami proses berpendapat secara langsung, siswa diberikan tugas, diskusi kelompok, hingga observasi lingkungan sekitar. Hal ini disampaiakan Taskiyah, Fasilitator Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Mendalam.
“Anak-anak usia dini khususnya, itu membutuhkan hal yang lebih konkrit dari sekedar teori. Misal mengenai sampah, dengan materi mengenai cinta tanah air itu, saya ajak anak-anak untuk mengalami langsung, berpraktek langsung, melalui kegiatan pembelajaran kokurikuler. Di kokurikuler juga ada tujuan pembelajaran, yakni dimensi profil lulusannya kewargaan,’ katanya menjelaskan sat di Indonesia Cerdas RRI, Rabu, 20 Mei 2026.
Taskiyah menambahkan, dengan pembelajaran mendalam anak merasa dirinya itu bagian dari lingkungan sekitarnya, lingkungan lokal, regional, nasional, sampai internasional. Jadi setelah anak-anak mengetahui konsep mengenai apa itu sampah organik , kemudia juga sampah anorganik, kemudian di pendidikan sainsnya, anak paham mengenai konsep cinta tanah air. Di kokurikuler, guru ajak anak berpraktek nyata, mengalami secara langsung, yakni dengan menyediakan dua tempat sampah, untuk sampah organik dan anorganik.
Guru juga mulai menerapkan pembelajaran berbasis proyek agar siswa terbiasa bekerja secara kolaboratif. Dalam metode ini, siswa diminta membuat karya, dan mencari solusi terhadap persoalan tertentu sesuai tema pembelajaran yang diberikan, tentunya dengan pertanyaan pemantik dari guru.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri siswa. Mereka menjadi lebih berani berbicara, terbiasa menyampaikan ide, dan mampu bekerja sama dengan teman selama menyelesaikan tugas kelompok.
Para pendidik menilai pembelajaran mendalam dapat membantu siswa memahami materi secara lebih menyeluruh dibanding hanya menghafal teori. Dengan keterlibatan aktif dalam praktik belajar, siswa diharapkan memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreativitas yang lebih baik.
Melalui pendekatan ini, dunia pendidikan diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang tidak membosankan serta membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....