Siswak, Oleh-Oleh Haji yang Mulai Jarang Dijumpai
- 26 Jun 2026 13:14 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Di tengah beragam pilihan oleh-oleh haji yang kini didominasi kurma premium, air zamzam, cokelat, parfum, hingga sajadah, keberadaan siswak atau kayu pembersih gigi mulai jarang dijumpai sebagai buah tangan jemaah yang pulang dari Tanah Suci.
Padahal, siswak pernah menjadi salah satu oleh-oleh khas yang hampir selalu dibawa oleh jemaah haji maupun umrah. Benda yang berasal dari ranting pohon arak (Salvadora persica) ini dikenal sebagai alat pembersih gigi alami sekaligus memiliki nilai religius karena penggunaannya dianjurkan dalam ajaran Islam.
Seiring perkembangan zaman, minat masyarakat terhadap siswak sebagai oleh-oleh haji mengalami penurunan. Banyak jemaah kini lebih memilih membawa buah tangan yang dianggap lebih praktis, menarik, atau memiliki nilai konsumsi yang lebih tinggi.
Salah seorang jemaah haji asal Desa Pamolokan, H. Moh. Saleh, mengatakan siswak sebenarnya masih dibawa oleh sebagian jemaah. Namun, oleh-oleh tersebut tidak langsung dibagikan kepada semua orang karena tidak semua penerima berminat menggunakannya.
"Banyak yang tidak pakai siswak. Kalau saya bagikan ke semua orang, khawatir malah dibuang. Sayang, kan," ujarnya, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Saleh, siswak tetap memiliki peminat, terutama masyarakat yang memahami manfaatnya bagi kesehatan gigi dan mulut serta ingin mengamalkan sunnah.
"Jadi, untuk mengeluarkan oleh-oleh siswak saya lihat-lihat dulu orangnya," katanya sambil tersenyum.
Meski popularitasnya mulai memudar, siswak tetap menjadi simbol sederhana yang mengingatkan pada tradisi lama membawa oleh-oleh haji. Keberadaannya tidak hanya menjadi kenang-kenangan dari perjalanan spiritual ke Tanah Suci, tetapi juga mencerminkan warisan budaya dan nilai keagamaan yang masih dipertahankan oleh sebagian masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....